Minggu, 28 April 2013

Mengenang Si Mati


Kematian bukan kefaktaan manusia. Mati sebagai manusia berarti mati sekaligus secara sosial. Cara berada manusia di dalam “yang sosial” adalah cara berada transaksional. Mati bukan suatu “cara berada”. Pengalaman itu tidak transaksional. Tetapi mengapa dia menjadi referensi filsafat? Bahkan ia meng-indeks-kan berbagai “ cara berada” manusia. Sosial-eksistensial.

Kematian yang difilsafatkan adalah upaya untuk menyudahi keragu-raguan: bahwa yang mati adalah “kontruksi sosial” yang memelihara referensi si tubuh. Jadi, tubuh yang mati adalah manusia minus referensi sosiologinya. Tubuh yang terurai bumi adalah tubuh yang ditinggalkan oleh referensi sosialnya. Seketika yang sosial berhenti maka energi antropologis tubuh juga lenyap. Yang sosial berpindah menjadi mineral. 

Ada kenangan yang tertinggal, lalu tumbuh dalam referensi baru: “pikiran beliau”, “teladan”, “cita-cita”, dan seterusnya. Tetapi politik kenangan ini juga adalah politik kesewenang-wenangan para pedagang memorabilia: memanfaatkan kematian untuk menyambung kehidupan. Biografi ditulis untuk mengenang si mati, tapi untuk mensiasati kehidupan. Dalam biografi, kematian digunakan untuk mensubsidi kehidupan. Di situ, kematian adalah kepentingan mereka yang hidup.
Jadi, sebetulnya, karena manusia bukan sesuatu yang “menggeletak begitu saja”, maka kematian membangkitkan pertanyaan eksistensal: “mengapa hidup harus ada?”

Bila kematian harus diperlukan sebagai ruang belajar survivalitas manusia, maka kematian tidak boleh diberi batu nisan strukturalisme.

Sumber : Muhammad Damm, 2011, KEMATIAN : Sebuah Risalah Tentang Eksistensi dan Ketiadaan, Depok, Kepik.

Kamis, 18 April 2013

Pertemuan Kesekian Yang Mengesankan


Mengesankan. Kata inilah yang pas untuk mewakili kondisiku hari ini rabu 17 april 2013. Disaat aku kesulitan menemukan teman untuk sekedar curhat dan nongkrong. Perempuan cantik yang satu ini rela menemaniku sejak pukul 09.00 pagi sampai dengan 16.00 sore.
Ya aku setiap kali pulang kampung, aku ingin selalu mencari teman untuk diajak sharing dan bertukar pendapat, paling tidak hari-hari dikampung tidak berjalan membosankan.
Perempuan ini aku kenal lumayan cukup lama, kalau tidak salah pertemuan hari ini merupakan pertemuan ke-3 dengannya...oh bukan ini yang ke-4 kalinya.

Dan izinkan aku sebelum bercerita tentang aktivitasku hari ini bersama dia. Aku mencoba mendiskripsikan dirinya. Dia bernama Rosida, ya hanya Rosida tanpa ada nama tambahan lagi, tingginya perkiraanku sekitar 163 cm masih tinggiku, wajahnya cantik, mirip dengan kakaknya yang masuk rumah sakit, waktu itu pakaian yang dia kenakan adalah juah berwarna cokelat, memakai tas dan sepatu yang serasi yakni warna cokelat, tatapannya sedikit malu-malu tapi menyenangkan untuk dipandang, dia menyukai buku tentang keilmuan terlebih tentang keislamanan sesuai dengan basic pendidikan yang kini dia jalani.

Perempuan lulusan pondok pesantren rasyidiah khalidiyah angkatan 2009 ini mengaku tidak suka makan diluar, buktinya saat aku ajak makan diluar dia lebih memilih untuk makan dirumah. Jenjang pendidikan S2 dan S3 merupakan sebuah cita-citanya yang ingin digapainya walau masih dalam tahap planning. Pengetahun keislamannya cukup kuat karena terbentuk dari pola kebiasannya membaca buku-buku islam.

Jujur aku merasa kagum dengan perempuan yang satu ini. Dia merupakan teman yang cocok untuk aku ajak sharing, diskusi, bahkan curhat.

Aku telat setengah jam dari jam yang telah disepakati yakni jam 09.00, tepat jam 09.30 aku tiba ditaman kota putri junjung buih. Macet dijalanan memangkas waktuku setengah jam.
Pertemuan hari sebenarnya hanyalah untuk sharing tentang kegiatan yang digelar oleh forum lingkar pena (flp) cabang amuntai, kemudian secara kebetulan dia juga sebagai panitia. Kepulanganku ke amuntai bukan untuk berlibur, malah aku bolos kuliah selama 3 hari. Tepatnya aku hanya memperpanjang STNK. Tapi terasa hampa kalau aku tidak menikmati kota dan tempat-tempat ramai lainnya. sama seperti halnya pertemuanku dengan dia. Menyenangkan.

Aku sempat bergumam dalam hati terkejut dan kaget begitu melihat wajahnya. Mempesona. Aku tersenyum sendiri. Kami langsung mencari tempat duduk ditaman itu. Tau tidak kami duduk persis diujung dua sisi bangku taman itu. Berjarak.

Aku kira dia akan merasa risih dengan kehadiran laki-laki sepertiku, tapi ternyata tidak. Dia percaya denganku bahwa aku adalah laki-laki yang baik. Syukurlah. Pertemuan hampir 1 jam itu kami habiskan untuk berbincang, bertanya kabar, dan hal lainnya. aku sempat nervous tapi semua aku buat suasana senyaman mungkin. Dan ternyata dia pendengar dan perespon yang baik. Aku pun tak sungkan-sungkan untuk curhat.

Sinar matahari pagi semakin memanas, kami memutuskan untuk jalan ke toko buku karena sebelumnya aku ingin jalan-jalan ke toko buku sekedar refresing. Eh ternyata dia mau menemani aku untuk jalan ke toko buku. Aku bersorak dalam hati kegirangan.

Kalau di banjarmasin aku lumayan sering jalan-jalan ke toko buku besar yaitu gramedia. Ditoko buku yang ada di amuntai lebih banyak menjual kitab-kitab berbahasa arab. Toko pertama yang kami kunjungi adalah toko sumber letaknya persis didepan warung makanan dekat sungai. Niatku hanya jalan-jalan dan melihat saja, karena kebetulan uang persediaanku menipis cukup buat balik ke banjarmasin hari kamis tanggal 18 april 2013. Jadi aku putuskan untuk menemani dia.

Di toko buku ini dia membeli buku Habibie dan Ainun dengan harga 45.000. katanya kata teman-temannya isi bukunya tersebut seru. Yang paling utama adalah kecintaannya dengan bacaan tentang keilmuan terlebih tentang keislaman, makanya setiap ke toko buku dirinya wajib membeli kitab.

Karena ditoko buku sini tidak ada kitab yang dia cari, kami memutuskan untuk ke toko buku yang berada di pasar. Jujur ya aku serasa menjadi pasangan sama dia kalau jalan wkwkwk 
Aku lupa nama tokonya, disini lumayan lengkap dari toko yang pertama kami singgahi. Sebenarnya aku tertarik ingin beli buku novel. Tapi lagi-lagi aku mikir 3 kali. Ah nanti aku belinya di banjarmasin saja. Dia beli kitab tentang 40 hadist serta keutamaannya. Sungguh perempuan ini benar-benar menyukai bahasa arab. Kalau aku sudah hampir 4 tahun tidak pernah lagi belajar bahasa arab.

Setelah selesai jalan-jalan ke toko buku, jujur saja aku sebenarnya kelaparan dan kehausan berharap habis ini bisa makan bareng dengan dia. Tapi ternyata dia malah mengajak kerumah sakit. Ngapaen?....ya menemani kakak perempuannya yang lagi sakit tipus. Aku ikut saja, asalkan tetap bersama dia, ah aku ingin waktu berjalan lambat biar tak cepar berakhir. Walaupun dengan kondisi lapar dan haus aku tetap semangat.

Nah, terbukti apa yang aku bilang dari awal tadi, wajahnya mirip dengan kakaknya. Aduh aku merasa gimana gito, aku bukan siapa-siapa dari keluarga ini. Tapi aku berusaha senyaman mungkin saat disuruh masuk. Duduk.

Aku betah karena ada dia yang menemani. Sambil duduk santai dikursi, sesekali berbicara dengan kakaknya dan juga dia.

Sampai waktu zuhur tiba, kami masih sharing tentang apa saja, bertukar buku dengan buku yang aku bawa. Tepatnya aku berikan. Kebetulan aku dan dia bertolak belakang dalam segi bacaan. Aku suka novel sedangkan dia suka buku islami.

Setelah zuhur aku ingin memutuskan pulang, karena perutku sudah berontak, namun aku terkejut kembali diajak untuk kerumahnya. Senangnya.

Tapi apakah kalian tau, apa yang paling mengejutkan...”kamu tau lelaki yang kemarin kita ketemu diperpusda waktu itu” ... “ia adalah tunanganku”...

Bagai disambar petir disiang bolong, runtuh harapan-harapan yang telah terbangun. Aku kaget. Tapi kada kaya itu jua kalo lah hehe. aku seolah-oleh menanggapinya biasa saja. Padahal huaaah.

Untung belum menikah hanya tunangan saja, seandainya dia mengaku sudah menikah aku langsung lari keluar dan pulang, gawat dikira merebut pasangan orang.

Untungnya cuman tunangan. Aku punya prinsip selama seorang perempuan belum menikah, maka aku boleh mendekat.

Kerumah? Ngapaen? Dia nawarin aku untuk makan dirumahnya, tapi aku merasa tidak enak. Kok aku merasa diperlakukan spesial ya. Jangan ge-er. Tetap jaga etika.

Dirumah dia kami banyak menghabiskan waktu untuk sharing lebih banyak lagi tentang hal apapun. Sungguh tuhan aku ingin berlama-lama dengan kondisi ini. Bersamanya.

Sangat jarang ada seorang perempuan yang mengajak seorang laki-laki kerumahnya, padahal kami hanya kenal dan bertemu beberapa kali saja. Ah urusan ini tidak serumit yang dibayangkan. Hanya satu modalnya. Kepercayaa. Dia sangat menghargai sebuah kepercayaan.
Paling tidak aku punya teman seperti ini disini kalau aku kembali lagi kekampung halaman. Hari ini izinkan aku untuk mensyukuri apa yang terjadi, kehadiranmu cukup membuat ruang kosong ini sedikit terisi. Bertemu kembali adalah sebuah keinginan. Tuhan punya cara sendiri untuk mempertemukan kita lagi. Terima kasih.

Oh ya aku lupa saat ingin pamit pulang tadi aku lupa beri salam.

Assalamualaikum... 
Rabu : 17 : April : 2013
18 : 50
Di Amuntai : HSU

Senin, 01 April 2013

Pesan itu akan tiba kepadamu



Pesan ini akan tiba kepadamu, entah dengan cara apa. Bahasa yang kutahu kini hanyalah perasaan. Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarkanmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa. Karena kini kumiliki segalanya.

Kupandangi langkahmu yang ringan dan tampak seperti melayang, berjalan dengan irama konstan. Engkau tak seperti orang yang berjalan di atas pasir, yang kebanyakan tampak berat dan canggung. Barangkali karena telah ratusan kali kau lakukan itu, menyendiri di tepi patai, menyusuri garisnya seperti merunut urat laut. Tapak kakimu sudah tahu bagaimana bersahabat dengan pasir yang kadag menggembung dan kadang mengempis dimainkan napas ombak.

Matamu mencari bola merah yang disembunyikan arakan awan mendung. Sesekali kau buang pandangan ke arah lain, sekedar menyakinkan kau tak sendiri di dunia ini, karena seringnya engkau berharap demikian. Sesekali pula kau buang pandangan ke belajan langit di bahu kananmu, yang berwarna-warni antara ungu, biru, dan abu, yang menggetarkanmu sama hebatnya dengan bola merah yang kau telisik sejak tadi.

Pesan itu akan tiba kepadamu, bathinku. Namun entah dengan cara apa.

Jumat, 22 Maret 2013

Aku menunggu


Luka itu terlalu berat tuk meninggalkanmu
Biarkan kebisuan membuaimu
Sinar mentari esok akan mengiringmu
Hingga hilang tak berbekas
 
Semoga akan ada pesawat
Yang menyapa dan mengajak terbang
Lihatlah kalau dibagian langit lain
Ada keindahan bungan sakura
Tak ada mendung dan pekat
Seperti yang kini bergelayut manja dihati

Bermain-mainlah
Bersama awan putih diatas sana
Tertawalah
Dalam keramaian dan pelukan alam
Bawa ceritanya ketika kau pulang nanti
Agar aku bisa cemburu melihatmu
Yang telah terbang bebas

Kamu bilang aku tak bisa hapus luka itu
Namun, izinkan pelangi sejenak membuaimu
Aku menunggu
Jika kau siap menari bersamaku lagi

Minggu, 17 Maret 2013

Suara Hati





Ada banyak hal yang bisa kita ceritakan dalam berbagai hal, kadang membuat kita galau, malah bikin tertawa, parahnya kita sendiri bingung dan tidak paham, mengapa ini terjadi. Misalnya saja manusia-manusia yang sudah lulus kuliah. Bagiku lulus adalah sebuah kesenangan sementara.

Ada banyak lagi tantangan besar. Pengangguran terdidik, di sini bahkan di sana pengangguran merebak. Persaingan menjadi serentak setelah lulus. Lulus hanyalah serimonial yang dirayakan sebentar saja, habis itu kita kembali merenung. Dijaman sekarang ini serba sulit mencari sebuah pekerjaan.

Lalu mengapa kita terlalu berambisi untuk mengejar kelulusan harus 3 tahun, harus 3 tahun setengah?...kalau kita sadar tidak punya keahlian, pengalaman mengapa mau cepat-cepat lulus. Ah, paling di kawinkan..atau barangkali bosan dengan pengetahuan.

Kalau aku sih lebih menekankan pada sebuah kenikmatan, ya..bagiku pendidikan itu dinikmati, tidak terlalu mengejar ambisi untuk lulus cepat. Mengasah skill dan bertanya tentang kesalahan, agar kita tau mana yang benar itu lebih penting.

Aku ketawa sendiri mendengar celotehan teman yang mengatakan teman-temannya setelah lulus hanya nganggur, tidur, makan dan jalan-jalan. Ah waktu memang tidak berasa dalam diri kita, ia lalu pergi begitu saja tanpa kita nikmati.

Ditambah lagi gengsi orang banjar ini tinggi sekali, pengennya kerja yang levelnya lebih keren, atau paling tidak mencari kerja yang gajinya tinggi. Huh terlalu susah dan memberatkan. Kerja itu untuk dinikmatin dan memberikan yang terbaik. Bersyukur, dicintai dan ikhlas. Mudahkan.

Apa sih tujuan hidup kita, apakah kita pernah sebentar saja merenung, hidup itu hanya kesendirian akhirnya. Lihatlah di akhirat sana nanti, kita hanya sibuk dengan urusan kita sendiri. 

Paham kesendirian banyak mengajarkan kita untuk percaya dengan diri sendiri, ikhlas menerima takdir, tidak pernah mengeluh dengan pilihan, mensyukuri nikmat, dan banyak hal lainnya. lalu mengapa kita masih saja ikut-ikutan orang lain, kenapa tidak menjadi diri-sendiri saja.

***
Bicara tentang perasaan, ada banyak rasa dalam hidup. Termasuk yang aku alami, apakah cinta bisa dibilang sebuah cita-cita?...bisa iya bisa juga tidak. Pendidikan, pekerjaan, uang, dan fasilitas lainnya sudah aku dapatkan. Intinya sekarang ini aku sudah bebas. Bebas yang bertanggungjawab, tetapi persoalan rasa memang menarik untuk kita ceritakan.

Aku memang jarang sekali untuk menceritakan dengan orang lain tentang sebuah rasa yang aku rasakan, hanya sepatah dua patah saja aku menyebut, selebihnya pindah ketopik yang lain. Diskusi.

Siapa perempuan yang aku sukai?...pertanyaan ini memang selalu membuatku bingung sendiri, sebenarnya aku hanya kesepian. Mencari sesosok perempuan yang bisa aku ajak diskusi tentang masalah apapun dan menjadi pendengar yang baik.

Aku lebih banyak kagum dengan seorang perempuan. Pacar, ah aku sering kontroversi dengan diriku sendiri soal pacaran, ya jelas yang kalah adalah pikiranku. Dulu aku pernah bilang, aku tidak akan pernah mengatakan apakah kamu mau menjadi pacarku, tapi aku akan mengatakan apakah kamu mau menjadi pasanganku. Hmm.

Mengagumi seorang perempuan memang terasa indah, tanpa diketahui, kadang menyakitkan. Tapi itulah serunya. Perempuan mampu menghadirkan sejuta inspirasi dan semangat.

Saat ini aku masih menyukai sesosok perempuan yang berkacamata, sebut saja mutiara ^_^. Perempuan ini sungguh menenangkan bila dipandang, ya dia tenang seperti tanpa beban, ia juga penyabar. Kalau aku jabarkan rasanya terlalu berlebihan, tapi itulah makhluk tuhan memujinya berarti kita memuji ciptaanya. Tentunya saja tuhan aka merasa senang.

Tapi tak ada usaha yang aku lakukan, aku hanya sekedar mengagumi, aku tidak melakukan pendekatan, aku juga tidak melakukan komunikasi. Yang aku lakukan hanya melihat, itu saja.

Kadang aku mengirimkan salam, bukan lewat sms, bukan juga surat, tapi sama temen. Ah segitunya saja usahaku, bagaimana aku bisa mendapatkan sosok itu. Kecil sekali harapannya.

Kemarin aku sempat berjanji, aku akan memberikan sebuah tulisan tentang diskripsi dirinya dan diriku diwaktu ulang tahunnya 10 agustus, tahunnya lupa J. Aku juga berhenti mengejar dirinya apabila dia sudah punya pasangan. Yang jadi masalah apakah saat ini dia sudah punya pasangan. Ah aku tak pernah peduli dengan pasangan, itu hanya mengisi kekosongan saja. 

***
Hari besok akan lebih banyak kejutan lagi, lama aku tak pernah menulis seperti ini, tapi sudah cukup lah modalku untuk menulis tulisan seperti ini, hanya menunggu waktu saja.
Semoga bisa dimengerti...

Kamis, 07 Maret 2013

Si Mancung Yang Banyak di Incar





Kalimantan terkenal dengan populasi hewan Bekantan, terlebih dengan Kalimantan Selatan. Kini Bekantan menjadi ikon Kalsel yang keberadaannya dijaga dan dilindungi oleh pemerintah, namun kini populasinya mulai terancam punah. Hanya tersisa 50 persen atau sebanyak 300 ekor saja.
Keberadaanya tersebut di berbagai daerah di Kalsel seperti di Marga Satwa Kuala Lupak Barito Kuala, di Pulau Kaget, Pulau Kembang, dan Pulau Bakut.

Bekantan merupakan salah satu binatang yang unik dan lucu, dengan hidung mancung dan selalu bergelantungan dipohon menjadi daya tarik bagi yang melihatnya.

Tak ayal bentuk dan rupanya banyak dibuat orang menjadi suvenir khas daerah, mulai dari boneka, baju, bahkan gantungan kunci. Dan ternyata memiliki nilai jual yang tinggi.

Suvenir yang satu ini begitu banyak dijual ditoko-toko suvenir khas Banjarmasin. Salah satunya Toko Wulan Jaya yang terletak di Jalan Pangeran Samudera Ruko Pasa Pagi No. 6. 

Boneka Bekantan merupakan oleh-oleh yang begitu banyak diminati oleh wisatawan. Berciri khas dengan warna kuning, boneka ini terbuat dari dua bahan yakni bahan kain yang lembut dan kain yang relatif. Ukurannya pun ada yang kecil ada juga yang besar.

“Kalau yang kecil biasanya dibeli untuk anak-anak, yang besar bisa buat tidur atau hiasan, tergantung pembeli,” ujar karyawan Toko Wulan Jaya, Nadia.

Sedangkan gantungan kunci dan baju juga bervariasi dengan harga yang bervariasi pula. “Intinya memang tergantung bahan pembuatan aja, kalau yang bagus ya sedikit mahal, kalau yang biasanya harganya juga biasa,” katanya.

Pembelinya tak hanya dari dalam daerah, tetapi juga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. “Daerah Jawa yang paling banyak membeli oleh-oleh bekantan ini,” ungkap nadia.

Menurutnya perawatan boneka, baju dan gantungan kunci bekantan itu bisa dibilang mudah, intinya tergantung perawatan yang dilakukan oleh pembeli.

 “Tapi untuk bekantan, bagi yang membeli langsung kami bungkus dengan pembungkus khusus, jadi tidak cepat rusak apabila dimuat dalam tas bagi pembeli dari luar, sedangkan baju itu perawatannya sama halnya dengan kita merawat baju biasa,” jelasnya.

Untuk harganya tergantung ukuran dan kualitas kain untuk baju. Boneka Bekantan harganya 85.000, baju mulai dari harga 75.000 sampai 85.000. sedangkan gantungan kunci relatif terjangkau denga harga 7.500 per satunya.

Bagi anda yang tertarik, bisa datang di toko suvenir yang ada di Banjarmasin, oleh-oleh boneka bekantan, baju bekantan, maupun gantungan kunci sangat pas bagi wisatawan untuk dijadikan suvenir sebelum pulang meninggalkan Kalsel. (ee)

Side bar
Di Beri Pengawet Pakaian
Boneka, baju maupun gantungan kunci memang diperlukan perawatan agar terlihat masih bagus. Terlebih boneka bekantan. Oleh-oleh yang banyak di incar oleh wisatawan ini harus diberikan perawatan agar tetap bersih.

-       Apabila anda membeli, maka akan dibungkus dengan pembungkus khusus.
-      Apabila sudah kotor atau berbau, di cuci minimal sebulan sekali.
-      Agar boneka tetap awet, beri pengawet pakaian saat disimpan dilemari.
-     Tempatkan boneka ditempat yang kering. (ee)

Sabtu, 02 Maret 2013

Abadikan Moment Langka



•    LA Menthol Present Tranceformer Indonesia Tour 2013

Aksi penampilan DJ Tira Haze dan DJ San Netherlads dalam acara bertajuk LA Menthol Present Tranceformer Indonesia Tour 2013 di Nasville Pub & Cafe di Hotel Banjarmasin Internasional boleh dikatakan sukses besar, Sabtu malam (2/3).

Pasalnya penampilan pertama mereka di Banjarmasin 
tidak disia-siakan oleh penonton yang menyaksikannya. Tak hanya penonton yang dari Banjarmasin, namun juga datang penonton yang dari luar daerah seperti Martapura, Banjarbaru dan Tanjung.

LA Menthol Presents TRANC3FORMER Indonesia Tour 2013 hadir di 6 kota besar di Indonesia yakni Bali, Bandung, Balikpapan, Banjarmasin, Surabaya dan Jakarta.

“Untuk Banjarmasin baru perdana dilaksanakan, rencananya kedepan akan ditambah lagi tour kotanya, kalau tahun ini hanya enam, kedepan akan delapan kota,” ujar EO LA Menthol Present Tranceformer Indonesia Tour 2013, jimmy saat ditemui sebelum acara dimulai, sabtu (2/3)

Aksi panggung kedua DJ Profesinal ini tepat pada pukul 12.00, dengan suguhan penampilan pertama DJ Tira Haze. Dj asal Jakarta ini mengenakan baju merah ketat yang begitu seksi.

Walaupun awal-awal belum begitu terasa, namun dipertengahannya ia mampu menyuguhkan alunan musik DJ khasnya kepada penonton. Tak hanya kaum hawa yang terpesona, namun terlebih kaum adam tak kalahnya terhipno dengan musik DJ yang dibawakan Tira.

Tak ada komunikasi suara yang ia lakukan, ia hanya berkomunikasi menggunaka gerakan tubuh seperti mengangkat tanganya untuk mengajak penonton bergoyang. “Woooow,” sambil menunjuk penonton dengan jarinya megajak mengehentakan badan.

Tak hanya itu ia pandai membuat suasan menjadi histeris, terkadang tempo alunan dilemahkan, kemudian ia menaikkan lagi temponya, membuat penonton naik panggung untuk menari.

Tak ayal penonton yang naik panggung langusung saja mengabadikan moment DJ berkulit putih penyuka buku motivasi dan inspirasi itu dengan gadgetnya.

TRANC3FORMER yang diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2006. Pada tour pertamanya, TRANC3FORMER merambah 4 club dan 4 kota besar di Jawa dan Bali.

Tidak hanya menampilkan sederetan nama DJ lokal ternama, melainkan juga DJ San Netherlands, DJ populer asal Belanda yang sangat dikenal sebagai seorang DJ yang memiliki multi talenta.

Ia tampil pada setelah DJ Tira Haze pada menit 13.05. DJ San yang waktu itu memakai kaos abu-abu yang bertuliskan David Hamilton Roma langsung disambut histeris para penonton.

Ratusan yang memadati Nasville langsung berteriak. Tak kalah dengan DJ Tira, aksi San lebih menghipno lagi, terbukti lelaki berbadan tinggi itu mampu mengajak semua penonton berdiri dan memadati pinggir panggung.

Malah lebih banyak dari yang sebelumnya, kembali mereka mengabadikan aksi San lansung naik panggung melalu gadget mereka.

Aksi San lebih meriah lagi saat musik DJ khasnya tak berhenti untuk membuat penonton untuk selalu bergoyang. Ia malah menghentakan badanya sambil memandu penonton dengan tangannya.

Sesekali cowok berkulit putih itu mengusap keringat saking semangatnya. Tak  kalah dengan sebelumnya ia mampu membuat penonton histeris.

Di dukung dengan suasana lampu laser dan sound yang maksimal. Penampilan DJ Tira Haze dan DJ San Netherlands sungguh memukau.

Hal itu diungkapkan salah satu penonton yang jauh-jauh datang dari Tanjung, Anisa menilai penampilan kedua DJ handal tersebut membuatnya tak bisa menghentikan goyangan.

“Mungkin karena ia orang luar negeri, jadi alunan DJnya lebih ke barat-baratan, tapi itu sungguh mengasyikkan,” ujarnya.

Anisa pun tak menyia-nyiakan penampilan mereka, dengan gadgetnya ia mengabadikan moment tersebut tak hanya difoto tetapi juga video.

“Tadi sempat naik ke panggung, lumayan dapat moment langka,” tutupnya.

Setelah Banjarmasin LA Menthol Present Tranceformer Indonesia Tour 2013 akan kembali menyambangi kota Surabaya pada tanggal 8 Maret, kemudian Jakarta pada 9 Maret. (ee)