Senin, 31 Desember 2012

Keceriaan di Malam Tahun Baru 2013


 

Tepat pukul 00.00 Waktu Indonesia Tengah, Selasa (1/1/2013) perempuan yang aku kenal itu bernama Wita keluar menyaksikan pergantian tahun baru di Banjarbaru. Ia keluar dari lantai dua dirumah neneknya, matanya langsung tertuju kepada kilatan dan warna-warni kembang api dilangit. Dengan memakai jaket biru berlambang logo sepak bola chealse. Setelah berdiri lima menit ia duduk dibangku kecil persegi empat. Matanya tetap menengadah keatas, letupan demi letupan kembang api itu menghiasi langit.

Langit menjadi warna-warni, dengan kepulan asap yang terbawa angin. Walaupun agak mendung, kemudian disertai gerimis. Angin menerpa kepulan awan itu, terlihat rambut Wita terurai karena angin yang sepoi-sepoi. Ia melipat kedua tangannya didada.

Ia berdiri sambil memegang pagar yang ada di depannya, pagar itu terbuat dari kayu berwarna coklat agak kusam. Tak berapa lama lima menit kemudian datang anak perempuan kecil yang umurnya sekitar delapan tahun. Memakai baju putih bermotif bunga-bunga, ditangan sebelah kanannya terdapat lima kembang api. Terlihat tangan kiri si anak itu menarik-narik baju Wita, sehingga ia berpaling. Wita membungkukkan badannya, kemudian menatap si anak tersebut dengan memusut kepalanya sambil tersenyum.

Si anak menyerahkan lima kembang api itu kepada Wita, lalu si anak berbalik dan masuk kembali kedalam rumah. Lima menit kemudian si anak keluar dengan membawa korek api ber cap pak haji dan diserahkan kepada Wita. Mereka kembali menatap langit.

Tak lama sekitar empat menit, kelima kembang api yang dipegang Wita tadi di kasihkan satu kepada si anak itu, Wita menyalakan korek api untuk dinyalakan diujung kembang api yang dipegang oleh si anak. Tangan kirinya menutup telinga, terlihat percikan api menandakan kembang api sudah dinyalakan, dan dengan suara “siuuuuut” kembang api itu meluncur ke atas dan meletus,  menciptakan cahaya yang warna-warni. Si anak itu tertawa dengan riang dengan melompat-lompat.

Kemudian Wita mengambil satu kembang api lagi dan menyalakannya sendiri, sambil tangannya diangkat keatas dan kembali “siuuuuut” suara kembang api yang kedua meluncur dan meletus. Si anak semakin kegirangan dan meminta kembali dengan memelas kepada Wita. Si anak itu kembali mengambil kembang api, namun kali ini dua kembang api sekaligus yakni ditangan kanan dan kiri. Wita sepertinya menegur si anak itu, tapi ia tetap memelas dengan menarik lebih kencang baju Wita, dan akhirnya dengan hati-hati Wita membimbingnya kemudian menyalakan korek api di kedua kembang api tersebut. Lagi, kedua kembang api yang dipegang si anak itu meluncur lebih tinggi dari kedua kembang api yang sebelumnya. Sehingga kilatan cahaya menerangi tempat disekitar itu.

Si anak itu berteriak lebih kencang dengan suara “yeeeeeeee warna-warni ka, lagi, lagi, lagi”. Namun Wita memberikan sebuah isyarat lewat tangannya menandakan tidak boleh. Kembang api yang terakhir tak ia serahkan. Kemudian Wita mengangkat anak itu dengan mengendungnya. Kembang api terakhir mereka pegang sama-sama dengan sambil mengucapkan hitungan mundur dari tiga. Tiga, dua, satuuuuu, maka meluncurlah kembang api yang terakhir. Terlihat mereka tertawa bersama. Dan lima menit setelah itu mereka berjalan kembali ke dalam rumah dengan masih mengendung si anak itu. Lampu dikamar yang sedari tadi menyala, mati dan menjadi gelap. Wita muncul di jendela, ia  menatap langit, dan memejamkan mata selama tiga menit, setelah itu ia menutup kembali jendela kamarnya.

Rumah Tua


 

Terletak di pinggir tepi danau biru kabupaten Hulu Sungai Barat, rumah tua yang hampir berumur ratusan tahun itu masih tegap berdiri. Kira-kira luas rumah tersebut separuh luas lapangan basket. Beratapkan daun kelapa, berdindingkan bambu yang sudah terlihat rapuh berwarna agak kekuning-kuningan. Dengan satu pintu di depan, dua jendela di sebelah kanan dan kiri. Di belakang rumah terdapat sumur kecil berdiameter 5.

Disekeliling rumah dipenuhi oleh rumput-tumput setinggi lutut anak-anak, di pekarangan depan ditumbuhi oleh bunga-bunga yang tertata rapi membentuk sebuah jalan setapak sampai kepintu. Didekat pintu dua sandal jepit bermerek nipon berwarna biru tersusun rapi, namun sandal bagian kiri putus.

Diatas pintu papan persegi panjang yang kira-kira berukuruan 2x3 bertuliskan No.15, Rt.05, Desa Sunyi, Kelurahan Terpencil dicetak tebal warna merah. Disebelah kanan pintu tergantung kertas kardus diatas paku payung berukuran 5x7 berwarna coklat. Semua berhuruf kapital tebal bertuliskan “dijual dengan harga suka rela hub : 081990xxxxx”.

Sekitar 3 meter dari kiri rumah tersebut ada pohon cemara setinggi orang dewasa, sebagian sudah mulai kering sehingga ranting-ranting berserakan ditanah. Sepeluh menit kemudian, seekor burung pipit hingga diranting pucuknya, dengan sambil mematuk-matuk daun. Tak lama lima menit setelah itu, burung pipit yang lain berjumlah sembilan ekor datang dari arah selatan, kesembilan burung itu menuju ranting paling bawah.

Setelah setengah jam burung-burung itu hinggap dipohon cemara, angin kencang membubarkan mereka. Terlihat awan putih bergeser ke utara, disusul dengan awan hitam yang datang dari barat. Suasana menjadi dingin dan gerimis pun turun. Matahari memancarkan cahaya merah kekuning-kuningan. Setelah 8 menit gerimis turun, tiga warna, merah, kuning, hijau muncul dilangit membentuk setengah lingkaran.

Tiga burung elang terbang melintasi pelangi dan kemudian hinggap diatap rumah tua itu.


Sabtu, 29 Desember 2012

Perempuan Berkacamata


Duduk paling depan di pojok kanan ruangan sesekali perempuan itu bersandar sambil melihat dosen di depan. Memakai kerudung dengan gaya trend arab, berwarna putih kegelap-gelapan dan rumbainya berjejer disisi kerudung tersebut. Kacamata yang dia gunakan sebagian berwarna kuning melingkari kaca terbal bening. 

Ditangan kirinya terdapat jam tangan plastik berwarna kuning, saat itu jarum di jam tersebut menunjukkan jam 17.20, sedangkan dijari kelingkingnya ada cincin perak. Tangan kanannya memegang pulpen warna hitam bermerak pilot, sambil menuliskan sesuatu di buku yang berwarna putih bergaris-garis. 15 menit setelah itu, dia menutup bukunya dan kemudian tangan kirinya merapikan kancing baju bagian bawah yang terlepas. Kancing itu  berwarna hitam pekat dan berjumlah enam.

Perempuan itu juga memakai baju kotak-kotak berwarna merah mudah, putih, dan kuning muda. Dengan lengan panjang, memiliki satu kantong di bagian dada sebelah kiri. Dan bagian lengan baju itu terlipat sehingga terlihat pagelangan tangannya.

Dia kembali duduk dengan tegap setelah bersandar dengan mengepalkan kedua belah tangannya di atas kursi bermeja warna putih dengan sedikit corat-coret. Sesekali dia memainkan cincin di jari kelingkingnya. Kuku dikedua tangan itu berwarna pink dan kerlap-kerlip. 

*belajar mendiskripsikan objek




Senin, 24 Desember 2012

Tinggalkan Pesan


Ku ingin suatu waktu kau tinggal disini
Biarkan jarimu yang rahasia meramal sendiri tunas-tunas hari
Yang membimbing buah cinta memahami benci
Kakimu berlari mengejar kereta dan menghitung jam kota
Yang tak pernah tua
Tubuhmu yang runcing menancapi lubuk setiap penghuni
Matamu yang tulus takkan ucapkan rindu pada rumah
Dan kami takkan pernah keluar dari rasa takut akan benci
Jika engkau tua nanti tuliskan pesan pendek pada sajakku
Sebab engkau tak juga tau
Bahwa kebencian itu sesuci kata-kata
Dan aku tak ingin kau percaya



Sabtu, 22 Desember 2012

Seperti Seharusnya

 
 
Sepenggal lirik band peterpan dengan judul lagu walau habis terang “biarkan semua seperti seharusnya” bagiku mengandung makna sederhana dan tidak akan berlebihan agar dalam menjalani hidup bisa seimbang alias tidak berat sebelah. Sangat menyakitkan apabila kita tidak bisa melupakan sesuatu yang mengganggu pikiran. Dan terlalu menyenangkan bila kita ingat sesuatu yang dapat menyenangkan.

Seperti seharusnya membiarkan dengan berusaha untuk bisa mendapatkannya, tidak berambisi tetapi memiliki komitmen yang kuat kemudian tidak terjatuh apabila gagal walaupun ada kekecewaan, namun itu hanya berangsur sementara meredam lalu berjalan seperti biasanya. Tidak akan pernah disesali, karena percaya bahwa apa yang terjadi dari dulu sampai sekarang adalah yang terbaik yang diberikan tuhan. Yang semestinya dilakukan adalah bersyukur.

Dengan itu perjalanan akan mudah diantiasipasi begitu ada kerikil yang menganggu, tetap fokus dan bertanggungjawab. Sabar dan jangan lupa untuk selalu ceria, karena masih banyak hal yang bisa membuat kita senang. Jadi buat apa kita terjatuh terlalu lama.

Kamis, 20 Desember 2012

Selamatkan Bumi Dari Kehancuran


   Oleh : Muhammad Elhami   

Permasalahan lingkungan yang dihadapi sekarang ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang terus-menerus sehingga menyebabkan lingkungan kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi maka pada akhirnya akan berdampak pada terganggunya siklus dan kesejahteraan hidup manusia.

Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksplorasi Sumber Daya Alam yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkunangan ini lambat laun akan menggangu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam yang terganggu.

Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berkaitan erat. Keterkaitan antar masalah yang satu dengan masalah lainnya disebabkan oleh faktor yang merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor punya pengaruh yang berbeda dan interaksi antara berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan pun bersifat kumulatif (Soedradjad ; 1999). Masalah lingkungan yang saling berkaitan erat antara lain adalah populasi manusia yang saat ini semakin berlebihan, populasi, penurunan jumlah sumber daya, kemudian perubahan lingkungan global.

Kebanyakan permasalahan lingkungan sekarang ini adalah disebabkan oleh kegiatan sosial ekonomi manusia dan memburuknya lingkungan akibat oleh kegiatan manusia sehingga berpengaruh terhadap bumi secara keseluruhan sekarang saat sekarang ini dan masa yang akan datang. Peningkatan emisi CO2 yang menyertai konsumen bahan bakar fosil dan pemanasan global berakibat buruk terhadap lingkungan.

Contohnya pemanasan global adalah yang paling berat di antara masalah lingkungan yang menyebabkan suhu, perubahan iklim, meningkatnya permukaan air laut, perubahan ekologi yang memberika pengaruh besar pada eksistensi manusia dibumi. Selain itu juga masalah kerusakan lapisan ozon, hujam asam, oksidan, fotokimia, dan lain sebagainya mengundang pengaruh pada kesehatan dan lingkungan, tak hanya udara yang menjadi korban, namun juga masalah lingkungan air dan tanah yang berada dalam kondisi yang tak dapat diabaikan.
Kondisi Rill

Melihat kondisi sekarang masalah lingkungan begitu komplek, dari berbagai lini kehidupan mulai dari tahan, udara, air dan lain sebagainya yang merupakan kebutuhan khalayak ramai telah terkontaminasi oleh dampak akibat kerusakan lingkungan. Sedikit banyak akan menimbulkan berbagai bencana-bencana yang telah banyak kita temui dan saksikan saat ini.

Lingkungan berarti keadaan atau kondisi yang dekat dan nampak sekali mengelilingi sekitar kita. Bumi adalah rumah kita yang memberikan semua hal penting yang dibutuhkan manusia untuk hidup. Untuk kelangsungan hidup kita di lingkungan, kita harus melestarikan biosfer yang sehat dengan semua sistem ekologi, semua tumbuhan dan hewan, tanah yang subur, air yang murni, dan udara yang bersih.

Sekarang ini keindahan alam bumi ini sedikit demi sedikit mulai hilang, sebagai orang orang diseluruh dunia menghancurkan keindahan oleh ekploitasi sumber daya secara maksimum. Tingkat kerusakan lingkungan hidup sangat tinggi dibandingkan dibandingkan dengan tahun-tahun terakhir.

1.    Kerusakan Hutan
Masalah utama lingkungan adalah kerusakan hutan. Kalimantan merupakan salah satu jantung bumi karena kaya dengan hutan-hutannya kini telah menipis karena olah manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab. Selain itu kerusakan hutan juga diperparah dengan adanya ilegal logging dan perambahan hutan yang bertujuan untuk keperluan perkebunan seperti kelapa sawit, karet dan lain-lain.

Belum puas hutan juga dibakar hidup-hidup demi kepentingan sehingga mengakibatkan tebalnya asap di udara yang dapat menimbulkan polusi udara. Ini diperparah dengan kondisi alam yaitu musim kemarau. Ini juga disebabkan adanya peningkatan kegiatan pertanian seperti perkebunan, perladangan, pemukiman, transmigrasi dan lain-lain.

Dampak negatif dari kerusakan hutan ini antara lain penurunan keanekaragaman hayati (sekosistem, speasis, dan genetik), habitat rusak, terganggunya keseimbangan biologis (flora, fauna, mikroba), gangguan udara, erosi, banjar, longsor, ganguan metabolisme tannaman dan perubahan iklim.

Sebab lain dari kerusakan hutan adalah persepsi masyarakat bahwa hutan masih terbatas hanya untuk kepentingan ekonomi, adanya konflik yang berkepentingan, laju kerusakan hutan tidak sebanding dengan upaya perlidungan, masih luasnya lahan kritis karena pengelolaan lahan secara tradisional berpindah, belum optimalnya penegakan hukum dan percepatan penyelesaian pelanggaran/kejahatan dibidang kehutanan.

2.    Penurunan Keanekaragaman Hayati
Sebagai akibat kerusakan hutan, pembukaan lahan yang semakin menjadi-jadi, dan praktik pengolahan lahan yang kurang memperhatikan ekologi membuat keanekaragaman hayati menurun. Kegiatan pembukaan lahan yang kurang ramah lingkungan seperti halnya disemprot dengan bahan-bahan kimia dapat menyebabkan telor-telor dan fauna lainnya tidak berkembang.

3.    Kualitas Air
Pengelolaan air di PDAM saat ini memerlukan cukup banyak tawas yang berguna sebagai pengikat partikel lumpur. Kadar zat padat tersuspensi dan nulai keruhan yang tinggi disebabkan oleh aktivitas lain di hulu sungai. Air yang digunakan digunakan juga banyak terindikasi oleh pencemaran batubara. Tak ketinggalan air sumur sudah banyak mengandung ecoli yang sangat tinggi. Kerusakan hutan juga dapat menurunkan mutu air sebagai akibat peningkatan zat pada terlarut, zat padat tersuspensi serta keruhannya.

4.    Pengaruh Indutri
Saat ini semakin marak proyek industri dikota ataupun didesa-desa yang memiliki laha luas. Oleh karenanya perencanaan industri harus memperhatikan aspek lingkungan. Aktivitas industri yang paling besar adalah penambangan batubara dan industri pertanian (perkebunan). Penambangan batubara sangat besar mempengaruhi mutu air, demikian juga dengan aktivitas perkebunan dapat menjadikan peningkatan senyawa organik pada air sehingga ini akan mempengaruhi pH air dan tanah.

5.    Persampahan
Hingga saat ini sampah semakin menumpuk, sampah yang merupakan bahan yang terbuang atau dibuang yang bersumber dari aktifitas manusia maupun alam masih minim nilai ekonomis. Sampah juga merupakan masalah serius bagi pemerintah. apabila tidak dikelola maka sampah akan berdampak pada lingkungan.

Ini diperkuat dengan seringnya terjadi pencurian tempat-tempat sampah, TPS yang kurang, pengangkutan sampah dari TPS ke TPA kurang intensif, kesadaran masyarakat masih rendah.

6.    Pemanasan global
Peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi hingga saat ini mengalami peningkatan, sejak akhir abad 18 suhu rata-rata global bumi telah meningkat sekita 0,4 – 0,8 derajat celcius. Para ilmuan memperhitungkan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat 1,4 – 5,8 derajat celsius pada tahun 2100.

Dampak pemansan global ini sangat mengkhawatirkan kehidupan manusia dan ekosistem alam, mereka tidak akan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang sangat cepat sehingga menumbulkan kerusakan.

Solusi
Berbagai masalah lingkungan sekarang sudah menggeluti bumi kita ini. Sebagai globalisasi terus-menerus dan proses alam yang berubah-rubah menimbulkan masalah lokal sehingga menjadi isu-isu global. Beberapa permasalahan yang sekarang ini mempengaruhi dunia adalah hujan asam, polusi udara, pemanasan global, limbah berbahaya, penipisan ozon, asap, polusi air dan lain disebabkan oleh racun yang mengapung di udara yang berasal dari cerobong asap dan penggunanaan yang berlebihan minyak-pembakaran kendaraan.

Polusi lingkungan berefek terhadap kehidupan manusia. Satu dari lima orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena faktor yang berkaitan dengan efek pencemaran lingkungan. Namun masalah yang paling berbahaya dari pencemaran lingkungan terhadap kehidupan manusia adalah efek rumah kaca/pemanasan global. Kebanyakan masalah lingkungan yang terjadi dengan penyalahgunaan daur ulang energi dan konservasi yang pada gilirannya menyebabkan masalah yag lebih serius.

Solusi untuk permasalahan lingkungan bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi lebih dari sumber daya alam dan emisi karbon ke atmosfer dari kendaraan. Cobalah untuk mengendalikan proyek-proyek pembangunan industri yang menyebabkan polusi air dan juga untuk kegiatan yang katalis pemanasan global dan pengundulan hutan iklim. Kurangi kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran air, udara, hutan dan tanah.

Selain itu permasalahan sampah dapat diminimalisir dengan menggunakan metode daur ulang, dengan ini kita akan dapat mengurangi ketegangan lingkungan. Perangkat elektronik seperti komputer, ponsel dapat didaur ulang. Buat kompos limbah tanaman untuk meminimalkan limbah dan output karbondioksda dapat menciptakan pupuk organik yang sehat. Mendaur ulang bahan yang digunakan dengan tekhnologi yang tersedia untuk mengurangi deforestasi. Hal ini pada gilirannya dapat menyelamatkan pohon.

Keberlanjutan lingkungan berarti “Memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka” jadi untuk sekarang ini kita sebagai penghuni bumi harus menjaga, memfasilitasi pembaharuan sumber daya yang terbarukan, menjaga dan melestarikan lingkungan. Kita harus ingat bahwa Allah telah mempercayakan kepada kita agar lingkungan digunakan secara bertanggungjawab. Kekuasaan kita atas alam dan makhluk hidup lainnya tidak berarti pengelolaan didominiasi dan eksplorasi atau menggunakan tanpa memperhatikan kapasitas merawat bumi untuk mereproduksi dan merehabilitasi.

“Mari kita selamatkan bumi dari kehancuran”



Rabu, 19 Desember 2012

KEGELISAHAN SKRIPSI


Tak seperti biasanya aku bangun tengah malam seperti ini, malam seperti tiga yang sering orang katakan, bukannya untuk beribadah, nyaris aku tak pernah lagi untuk beribadah seperti shalat tahajjut, tapi kali ini barangkali aku ingin mencoba membiasakan diri untuk bisa bangun jam-jam seperti ini, siapa tau ibadah tahajjud bisa aku laksanakan. Memang benar-benar tenang untuk mengerjakan sesuatu terutama untuk berfikir dan menuliskan sesuatu dalam keadaan seperti ini.
Yang aku pikirkan...

Beberapa hari belakangan ini aku selalu dibuat gelisah oleh tugas akhir kuliah yang menjadi momok dan menjadi dilematis bagi seorang mahasiswa lazimnya. Skripis, ya skripsi sudah mulai membayangi kepala dan pikiran ini, padahal keberadaannnya belumlah ada alias belum nampak, namun baunya itu memaksa aku untuk memikirkannya.

Mau tidak mau aku sudah mulai menyiapkan ritual untuk menyambutnya, jujur aku akan mengantisipasi apa yang akan menjadi permasalahannya, aku tidak akan tau ia datang sebagai sahabat, sebagai musuh, ataukah sebagai teman biasa. Tapi aku berharap ia datang akan banyak membawa dan memberikan pelajaran berharga yang belum pernah aku dapatkan selama ini.

Berbagai sharingpun aku lakukan dengan dosen dan temen-teman yang sedang maupun yang sudah mengambil skripsi untuk mengetahui karakterisitik skripisi itu seperti apa. Ada yang bilang susahnya dipembimbing skripsi, membuat latarbelakang masalah, di objek penelitian, dan seabrek kesulitan lainnya. Mereka bercerita, aku selalu membayangkan dan berfikir tentu aku juga akan mengalami hal seperti itu. Maka aku disaranakan harus menyiapkan mental kuat-kuat untuk menghadapi semuanya itu.
Dari berbagai sharing yang banyak aku lakukan, aku berhasil menyimpulkan beberapa ritual atau tips untuk menyambut dan menghadapi kedatangan tamu istimewa ini :

1. Mencari judul-judul yang kita inginkan sesuai dengan jurusan masing-masing, di list kemudian dikonsultasikan dengan teman-teman ataupun dengan dosen sebagai awal pemanasan agar tidak terjadi kebingungan dalam memilih judul terbaik yang akan kita ambil nanti.

2. Saat ini mulai angkatan 2009 dan seterusnya referensi menjadi hal wajib untuk pendamping dan penguat dalam skripsi kita, maka oleh karena itu banyak-banyak mencari referensi jurnal-jurnal ilmiah baik dalam negeri ataupun luar negeri.

3. Bagi kita yang tidak sering keperpustakaan, nah sering-seringlah keperpustakaan untuk mencari referensi skripsi alias referensi penelitian terdahulu untuk penguatan judul-judul yang ingin kita ajukan.

4. Skripsi sungguh sangat dan sangat memerlukan kemampuan dalam hal menulis, oleh karenannya latihlah selalu untuk menulis, setelah menulis sudah menjadi bagian dalam diri kita maka latihlah bagaimana menulis dengan ilmiah, ternyata tidak segampang yang dibayangkan. Latar belakang yang paling banyak dibantai oleh dosen itu salah satunya karena kemampuan menulis ilmiah kita minim dan kurang.

5. Mental yang kuat dan mental penyabar mutlak harus kita tanamkan mulai sekarang sebagai antisipasi dengan dosen pembimbing yang entah seperti apa tipenya. Dengan adanya mental yang kuat kita tak akan cengeng dan tidak akan mudah menyerah.

6. Disemester-semester akhir sebelum kedatangannya alangkah baiknya kita selalu melatih diri untuk menulis proposal skripsi alias simulasi menulisnya agar tidak kaget dan kaku pada saat ia digenggaman kita. Simulasi sangat bermanfaat agar ia datang tidak tiba-tiba dihadapan kita.

7. Dan yang terakhir siapkan buku-buku referensi untuk memperkuat teori-teori yang akan kita pakai dalam skripsi kita, dengan adanya buku ditangan maka apabila ditanyakan kita mengambil teori dari mana maka akan mudah kita memperlihatkannya kepada dosen.

Sekali lagi alangkah baiknya kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan persiapan yang kita lakukan diatas agar menjadi sabahat kita yang akan banyak memberikan kejutan-kejutan dalam kebersamaanya. Tentu aku pernah mendengar pernyataan ini bahwa lulus tanpa skripsi itu hambar. Aku kira ini benar apa adanya. Dengan skripsi kita tau apa itu yang namanya perjuangan, kesabaran dan keberhasilan.

Dan terakhir jangan pernah lupa berdo’a dan selalu berusaha.