Kamis, 28 Februari 2013

Entah Kapan Dua Jalan Berbeda Bisa Bersatu

 
 
Seindah malam ini
Yang selalu mewarnai tempat kita memandangi
Melewati jalan yang membawa cerita tersembunyi
Mungkinkah kamu sadar
Terasa tak pernah sempurna bila kamu tak di sini

Aku bertanya pada hatimu
Dalam malam-malam sendirimu
Haruskah aku di hatimu
Bila itu yang membawa duka padamu

Selalu ada cara untuk cinta
Tapi terkadang tak pernah pada alur yang sama
Memang jalan tak selamanya satu
Arah yang ditujupun kadang berbeda
Dan di arah yang berbeda
Aku berjalan membelakangimu

Tenangkah kamu di sana
Rasakan lelahnya menanti?
Tersenyumlah.. Maka aku akan tenang
Meski bukan aku yang di sisimu

Tak haruskah kamu ikuti jalanku?
Atau tak patutkah aku yang berpaling mengikuti jejakmu?
Perbedaan yang ada memaksa kita tak sejalan
Rasa yang telah ada terpaksa untuk dihapuskan
Dan di sini ku hanya menanti
Bila memang saatnya nanti
Kita dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik

Selasa, 26 Februari 2013

TOR MINGGU BPOST/METRO BANJAR

TOR MINGGU BPOST/METRO BANJAR
=============================

Terima kasih atas bantuan dan kerja sama teman-teman. Tolong juga jaga pos masing-masing untuk berita harian, serta perhatikan untuk pengiriman berita online dan digital dilakukan secara kontinyu. Semoga sukses dan berkah.

Terbit 3 Maret 2013
===================

Catatan:
- Deadline, Jumat (1 Maret 2013)
- File ditulis tanggal hari Sabtu: R:0203xxxx.GBH
-------------------------------------------------

*** BANJARMASIN POST ***
------------------------

HALAMAN 17:
===========
SMART WOMEN
-----------   
Tema        : Penyanyi keroncong
Pengarap    : Yayu Fathilal (ath)
Narasumber: Perempuan yang diwawancarai penyanyi keroncong Suara Banua, alternatifnya Erda Rosiyana (081348681686), Desty Nisariyani (087816320573).
- Keduanya tampil pada Pergelaran Musik Keroncong Suara Banua, beberapa waktu lalu di Taman Budaya Kalsel. Penampilannya yang apik diapresiasi oleh para penonton. Bagaimana kesan dan pengalamannya sebagai penyanyi keroncong, musik yang masih identik dengan kaum tua. Sementara mereka masih muda, potensial dalam olah vokal, dan ayu-ayu pula.
- Persentuhannya dengan keroncong sejak kapan, dan awalnya karena apa. Siapa yang berperan penting mengenalkannya pada keroncong, apakah tetap dibimbing hingga sekarang.
- Apa kelebihan keroncong dibanding aliran musik lainnya misal pop atau jazz, sehingga menjadi salah satu pilihannya dalam mengembangkan bakat olah vokal. Atau keroncong sekadar selingan dan dinyanyikannya kalau diminta saja. Apa yang dirasakannya setiap kali menyanyi keroncong dan lagu apa yang paling disukainya. Adakah penyanyi keroncong yang diidolakannya.
- Dengan menyanyikan keroncong, panggung mana saja yang telah dijelajahinya. Apakah jumlahnya berbanding lurus dengan permintaan dia menyanyi pop, jazz atau lainnya.
- Punya kah pengalaman berkesan selama dia menggeluti keroncong, baik suka, duka maupun yang lucu, sehingga membuatnya selalu terkenang.
- Menggeluti keroncong, apakah juga karena ada keterlibatan keluarga misal orangtua atau saudara yang juga pemain musik keroncong.
- Bagaimana pula dengan dukungan keluarga maupun kekasih hati atas bidang yang ditekuninya sekarang. Apakah tidak dicemburui setiap kali tampil atau selalu diwanti-wanti kalau akan manggung. Seperti apa pula supportnya. Pernahkah diultimatum untuk setop, dan diminta beralih menekuni profesi lain selain menyanyi.
- Prestasi apa saja yang telah diraihnya selama menggeluti keroncong. Dan apa obsesinya ke depan untuk lebih mempopulerkan keroncong di Banua, apalagi musik keroncong juga enak dikolaborasi dengan panting.
- Jika memiliki prestasi di bidang lain, misal pendidikan, keterampilan atau organisasi, disertakan untuk memperkaya.
- Lengkapi dengan biodata: nama lengkap, panggilan, tempat tanggal lahir, pendidikan, nama orangtua, suami dan anak (kalau ada), pekerjaan, hobi, motto, alamat.

Catatan:
- Pertanyaan di atas hanya sebagai panduan, silakan dikembangkan sesuai dengan tema.
- Foto bareng kedua narasumber. Foto setting yang bagus, kerja sama dengan fotografer (WAJIB).

HALAMAN 18:
===========
RENDEZVOUS
----------
Tema        : Ratna Rosana
Penggarap    : Yayu Fathilal (ath) 
Catatan: - Selain sebagai dosen di Banjarmasin, dia juga aktivis perempuan. Apa saja yang selama ini telah dilakukannya untuk memberdayakan masyarakat, termasuk perempuan.
- Organisasi apa saja yang diikutinya, sekadar anggota atau menakhodainya.
- Apa saja suka dukanya, kendalanya, dan hal itu berpengaruhkah pada berbagai upaya yang dilakukannya di Kalsel. Misalnya, apakah sempat membuatnya down atau justru sebaliknya jadi makin memicu semangatnya untuk memperjuangkan kaumnya.
- Apa yang dilakukannya, selain semata bertujuan sosial, apakah juga dimotivasi karena pengalaman pribadi atau lainnya. Seperti apa ceritanya.
- Sebagai dosen, apa pula yang paling ditekankannya kepada para mahasiswa terkait kepedulian sosial agar selulus kuliah juga bermanfaat bagi masyarakat di sekitar.
- Dengan kesibukannya, bagaimana dengan anak-anak dan suami, apakah tetap mendapat porsi perhatian yang semestinya. Pernahkah dia diprotes karena hal itu.
- Seperti apa bentuk dukungan suami dan anak-anak terhadap perjuangannya.
- Eksplore juga hal-hal menarik lainnya selama wawancara. Kulik kehidupan sehari-harinya, dan obsesi-obsesinya.
- Lengkapi dengan biodata: nama lengkap, panggilan, tempat tanggal lahir, pendidikan, prestasi, nama orangtua, suami dan anak, organisasi, hobi, alamat, pengalaman kerja.
Catatan:
- Pertanyaan di atas hanya sebagai panduan, silakan dikembangkan sesuai dengan tema.
- Tulisan overall, ditambah satu side bar. Dilengkapi dengan biodata standar.
- Foto kerja sama dengan fotografer. 

Suvenir
-------
Tema        : Kerajinan khas Kalsel (Minggu ini: Senjata khas Kalsel, yakni tombak dan sumpit).
Narasumber: Perajin/Toko suvenir
Pengayaan    : Internet
Penggarap    : Muhammad Elhami (ee)
Catatan    :
- Toko-toko suvenir khas Banjar di MT Haryono, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Pangeran Samudera, Jalan hasanuddin HM, Jalan Sultan Adam, Jalan Perintis Kemerdekaan (Pasar Lama) dan Jalan S Parman, Banjarmasin.
- Tanya ke perajin atau penjualnya, bagaimana cara membuatnya dan bagian paling sulit saat membikinnya di bagian mana. Daya tahannya berapa lama, dan bagaimana penyimpanannya supaya awet.
- Lengkapi foto-foto dengan tampilan menarik (foto diperbanyak)
- Objek foto benda mati agar disertai orang. Misalnya barang suvenir dipegang oleh seseorang/pembeli/pedagang. Bagus lagi kalau foto saat membuatnya. 
- Tulisan overall, ditambah satu side bar tentang perawatannya.

Jabat Tangan
------------
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)
Catatan    : -

HALAMAN 19
==========
JELAJAH RASA
------------
Tema        : Depot Noni (memo) Jalan A Yani, depan Polresta Banjarmasin
Narasumber: Noni (085348960000)
Penggarap    : Reni Kurnia Wati (dd)
- Tekankan pada ruangan yang unik dan menarik, serta fasilitas pendukung seperti live music atau aneka tanaman penyejuk suasana atau lainnya. Keunggulan tempat ini baik dari makanan dan minuman ditawarkan, adakah menu-menu baru di antaranya yang ditawarkan chop steak, teknik membuat maupun penyajiannya, serta suasananya yang khas.
- Sertakan resep masakan favoritnya.
- Akomodir keinginan narasumber yang sesuai dengan visi rubrik.
- Foto koordinasi dengan fotografer (WAJIB).

Resep Minggu Ini
----------------
Tema        : Masakan Nusantara
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)

Konsultasi
----------
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)
Catatan    : -

Cooking with Agus Sasirangan
----------------------------
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)
Catatan    : -

HALAMAN 20
==========
KIDS & FAMILY
-------------
Tema        : Menolong orang yang kesusahan.
Narasumber: Anak, orangtua, pendidik, psikolog (alternatifnya Rivaizah 081348661011, Rifqoh Ihdayati 08125106100, 7416886, Ermanto 7562007, 08125106100, dan psikolog lainnya).
Pengayaan    : Internet
Penggarap : Irfani Rahman (dwi)
Catatan    : - Berempati pada penderitaan orang lain, baik keluarga, tetangga, maupun orang lain yang memerlukan pertolongan, perlu ditanamkan sejak dini pada anak.
- Pertolongan tidak mesti berupa uang, juga bisa pengetahuan dan tenaga, misal membantu korban kecelakaan di jalan, membantu menyeberangkan nenek-nenek atau kakek-kakek. Karena bisa jadi, suatu saat kita juga memerlukan pertolongan orang lain.
- Tulisan overall, ditambah satu side bar berupa kiat-kiat mengatasi persoalan itu.

Kawan Baru & Talenta
--------------------
Penggarap    : Irfani Rahman (dwi)
Catatan    : - Dibikin profil, kupas aktivitas sehari-hari, hobi,             dan prestasinya.
          - Tulisan sekitar 8 alinea. Dilengkapi dengan biodata             standar
          - Lengkapi dengan foto

Bookstore
---------
Tema        : Bahan dari Gramedia
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)
Catatan    : -

Info Buku
---------
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)
Catatan    : -

HALAMAN 21
==========
BALAIRUNG
---------

Cerpen
------
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)
Catatan    : -
Ilustrasi    : internet

Budaya
------
Tema        : Teater, aktivitas latihan dan pergelaran tari mahasiswa atau pelajar, kegiatan di Taman Budaya Kalsel, seminar seni budaya atau aktivitas seni budaya lainnya (kegiatan terkini/terupdate dan menarik). Ulas makna dari aktivitas atau materi yang ditampilkan, melalui sumbernya.
Penggarap    : Salmah (dea)
Catatan    : - Lengkapi dengan foto kegiatannya

Puisi
-----   
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)   


***  METRO BANJAR  *** 
======================

HALAMAN 5
==========
INTERIOR
--------
Tema        : Taman unik di dalam atau di belakang rumah minimalis
Sumber    : Masyarakat pengguna, penata taman, desainer interior atau arsitek di Kalsel.
Pengayaan    : Internet
Penggarap    : Reni Kurnia Wati (dd)
Catatan    : - Tanaman, gemercik air yang mengalir, merupakan paduan yang pas dihadirkan dalam bentuk taman di sekitar rumah baik di dalam maupun di halaman. Pilihan tanamannya apa saja, dan bentuk tamannya seperti apa serta ukurannya.
- Bagaimana pula pilihan batu-batuan, sehingga tampil alami dan menyejukkan.
- Bila ada semacam kolam, ikan apa yang cocok ditempatkan di sana dan mampu bertahan hidup. Teknik apa yang digunakan untuk memunculkan gemercik dan riak air.
- Selain overall, bikin dua angle untuk side bar
- Foto kerja sama dengan fotografer.

HALAMAN 6
==========
TOP TEN

Band/Solo
---------
Penggarap    : Irfani Rahman (dwi), Reni Kurnia Wati (bb), Muhammad Elhami (ee)
Catatan    : - Prioritas penyanyi dan grup musik lokal (Kalsel) yang sedang atau berniat membuat album/single. Apa materi lagunya, sudah berapa persen penggarapannya dan kira-kira kapan bisa dinikmati pencinta musik Banua.
          - Bisa juga, penyanyi dan band yang kebanjiran job manggung atau berniat hijrah ke Jakarta untuk lebih mengembangkan kariernya di dunia musik.

Super Ten
---------
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)
Catatan    : -

Weekend Movie
-------------   
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)   

Update Artis
------------
Penggarap    : Siti Hamsiah (hay)

HALAMAN 9
==========
Fashion Style
-------------
Tema        : Sepatu dan aneka pernak-pernik olahraga untuk kaum Hawa
Sumber    : Pelaku, pengamat mode atau desainer di Kalsel serta pemilik distro/rumah mode.
Pengayaan    : internet
Penggarap    : Salmah (dea)
Catatan    : - Untuk jenis olahraga tertentu, misal tenis lapangan, badminton, golf, joging, memerlukan sepatu dan aksesori lainnya guna menunjang aktivitasnya tersebut. Keseluruhan penampilan pun oke, nyaman, dan sedap dipandang mata.
- Sepatu seperti apa yang cocok, dan fashionable terutama untuk perempuan.
- Aksesori lainnya macam topi, headband, kacamata, sarung tangan, dan lain-lain juga diperlukan. Pilihannya yang seperti apa.
- Foto kerja sama dengan fotografer.

HALAMAN 11
==========
METRO AGENDA
------------

Overall
-------
Penggarap    : Salmah (dea), Irfani Rahman (dwi), Muhammad Elhami (ee)
catatan    : - event musik/hiburan yang akan berlangsung hari itu, Minggu (guiding untuk pembaca)
          - Materi sesuaikan dengan pos masing-masing

Acara Pilihan
-------------
Penggarap    : Yayu Fathilal (ath)
Catatan    : - Jadwal acara (Minggu) BPost Radio, TVB, Banjar TV

Sinopsis
--------
Penggarap    : Eka Dinayanti (eka)
Sumber    : internet
Catatan    : - Tayangan acara yang menarik di TV nasional (Global TV, MNC TV, RCTI, TV One, dll)

HALAMAN 12
===========
BUGAR
-----
Tema        : Senam bokwa
Sumber    : Sanggar-sanggar senam di Banjarmasin, instruktur senam, peserta senam, analisa guru atau dosen olahraga.
Pengayaan    : internet
Penggarap    : Salmah (dea)
Catatan    : - Senam ini populer di luar negeri. Telah masuk pula ke Indonesia termasuk Banjarmasin, bagaimana sejauh ini perkembangannya, apakah juga digandrungi.
          - Gerakannnya merupakan gabungan dari capoiera, kickboxing dan gerak langkah. Seperti apa bentuk latihannya, dan optimalnya dilakukan berapa jam dalam setiap kali senam.
          - Cocoknya dilakukan oleh kalangan mana, dan seberapa besar manfaatnya bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.
          - Dibanding senam lain, apakah senam ini lebih cepat untuk membakar kalori sehingga cocok dilakukan bagi kalangan yang sedang memprogram melangsingkan tubuh.

Jumat, 22 Februari 2013

Mensyukuri Hidup

Pada akhirnya hidup ini akan bermuara pada sebuah tempat bernama kematian, hari ini aku masih diberi kehidupan, aku masih sempat bertanya-tanya, kalau aku mati diri ini mau kemana...
Tapi lagi-lagi keadaan membuat semua pertanyaan tentang kematian menjadi lupa. Hidup terlalu rumit kalau hanya dibuat untuk mengeluh, kesulitan itu datang karena kita sendirilah yang membuat sulit.
Kita mau hidup mudah, maka mudahkan dengan pikiran kita bahwa hidup ini hanya dinikmati. Menikmati bukanlah mengabaikan apa yang ada, bagiku menikmati adalah mensyukuri dengan apa yang ada, dan dengan apa yang terjadi saat ini.
Kemudian timbul lagi sebuah pertanyaan yang mengusik, kapan aku mati...
Ya, kapan...
Aku ada sekarang mau kemana. Tidak ada yang patut dikeluhkan, hari itu akan datang, dimana waktu itu hanya sebatas kejapan mata. Kita terbangun dari tidur yang panjang. Lagi, bagaimana dengan dosa yang selalu kita lakukan..
Kenapa Tuhan mengadakan aku didalam dunia. Waktu kita semakin menyempit, itulah hakikat waktu.
Ah, aku tidak akan terlena dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Menikmati, mensyukuri, menjaga, dan memberi kebaikan kepada hidup itu lebih baik, walau kadang tak adil.
Tuhan terima kasih, aku masih diberi kehidupan sampai detik ini.
Aku tersenyum dengan kehidupan, dengan Tuhan.

Sabtu, 09 Februari 2013

“titik” bukan akhir dari segalanya



Kehidupan adalah teka-teki yang harus kita pecahkan.
Ia hanya semacam rangkaian kata yang hanya menyisakan beberapa spasi.
Adakalanya langkah terjeda “koma” meminta ruang untuk bernafas lebih lega.
Lain waktu “tanda tanya” menyelubungi bilik otak, ketika langkah mulai rancu kehilangan arah.
Hei! Hidup juga tak jarang menghadirkan “tanda seru”, ketika kenyataan tidak sesuai harapan, bukan?
Adapula masanya muncul kosakata-kosakata baru yang asing bagi kita.
Untuk itu diperlukan kamus sebagai pemandu.
Namun percayalah “titik” bukan akhir dari segalanya.
Masih ada serangkaian yang harus kata untai.
Membentuk sebatik kalimat perjuangan yang indah.
Percayalah, selalu ada pemenang disetiap pertempuran

Sabtu, 26 Januari 2013

Mimpi Nita di Malam Tahun Baru



Oleh : Wita Karina Ramlan
Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Study Pembangunan Angkatan 2012
Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Anggota LPM - Jurnal Kampus Fakultas Ekonomi Unlam

Tepat pada malam tahun baru 2013 aku menempati rumah yang baru aku pindahi. Sebuah rumah besar bergaya modern dengan cat berwarna krim abu-abu  membuat rumah ini terkesan sudah berumur. Memang usia rumah ini sudah sekitar 15 tahun. Kalau di samakan dengan umur manusia, itu sama dengan sebesar anak kelas 9 SMP. Berhubung perkerjaan Ayah yang selalu di pindah-pindahkan dari satu kota ke kota lain, tidak terhitung aku, mama, dan juga dua orang adik kembarku Witya dan Widya selalu pindah dari satu  sekolah ke sekolah lain, dari satu rumah ke rumah lain. Terkesan ribet yah perjalanan hidupku dengan keluarga yang selalu gonta-ganti  rumah.

Rumah ini memiliki dua lantai termasuk lantai  dasar. Di tingkat dua  ada dua buah kamar, jelas saja aku memilih kamar yang ada balkonnya di luar yang langsung menghadap depan rumah. Awalnya,  adik kembarku meminta aku mengalah dengan menempati kamar yang ada di seberang kamarku,namun balkonnya mennghadap halaman belakang. Berhubung di rumah-rumah sebelumnya aku selalu mengalah, sekali-sekali dong aku gak mau mengalah.  Maaf ya adik-adik kecilku, sesekali kalian yang harus mengalah pada yang lebih tua. Ayo berhenti  melihat-llihat ruang kamar,saatnya bersih-bersih dan menata kamar.

Rumah kami yang baru memang sebagian sudah ada perabot para penghuni yang terdahulu, seperti lemari, sofa, lemari hias, dan masih ada lagi yang lainnya. Kami sekeluarga termasuk pembantuku Bi Inah juga membantu membersihkan rumah. Aku memulai dengan membersihkan kamarku sendiri. Aku beruntung, ternyata kamarku memiliki kamar mandi kecil di dalamnya, jadi aku tidak repot-repot turun dan mengantri mandi di kamar mandi utama di lantai bawah. Sambil bersih-bersih  lemari serta tempat tidur, aku menemukan sebuah kalung yang terletak di dalam laci kecil dalam lemari pakaian. Sebuah kalung perak dengan bandul berbentuk bunga dengan matanya yang berwarna biru mengkilat. Karena berdebu, segera saja aku membilasnya dengan air yang ada di kamar mandi. Setelah bersih, bertambah  cantik saja kalung ini, pikirku. Tanpa sadar aku pakai saja kalungnya, dan aku melanjutkan menata kamarku kembali.

Senja telah tiba, adzan Maghrib pun berkumandanng di sana-sini. Kebetulan rumahku sangat dekat dengan sebuah mesjid jadi adzannya terdengar sangat jelas sampai ke rumahku. Akupun bergegas mengambil air wudhu di kamar mandi dan menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim. Selesai sholat, terdengar ada  ketukan pintu kamarku. Ternyata mama menyuruhku turun untuk makan malam bersama di bawah. Selama makan, beberapa kali aku mendengar letusan kembang api kecil di luar rumah kami. Berhubung ini malam tahun baru, jadi aku tidak heran banyak orang yang menyalakan kembang api.

Selesai makan, aku membantu Bi Inah membereskan bekas makan malam kami. Setelah itu akupun kembali ke kamar. Tidak ada sesuatu yang special yang aku kerjakan di kamar, hanya mengutak-atik laptop dan bermain BlackBerry Massenger dengan teman-teman SMA-ku. Tak  terasa, hari sudah menunjukkan hampir jam 12 malam. Lantas saja aku segera keluar balkon untuk  melihat kehebohan kembang api yang menyambut pergantian tahun baru. Tepat pukul 00.00 beratus ratus kembang api menghiasi langit malam yang gelap karena tertutup awan mendung. Walau rada gerimis, tetap saja kembang apinya kelihatan heboh. Akupun tidak melewatkan kesempatan ini dengan memotret beberapa gambar dengan kamera BB-ku. Namun, kantuk sudah menyerang mataku. Wajar saja, aku kelelahan karena harus bersih bersih rumah seharian ini. Lalu akupun masuk kamar dan merebahkan diri di tempat tidur.

Dari sini keanehan-keanehan yang terjadi mulai bermunculan. Saat tidur, aku merasa hawa kamarku menjadi lebih dingin. Padahal sebelum tidur aku memasang suhu AC hanya 25oC. Positif thinking, karena di luar hujan jadi suhu menjadi lebih dingin. Karena aku belum benar-benar tertidur, samar-samar  aku mendengar suara langkah kaki berlari menuruni tangga. Saat itu aku berpikir, siapa malam-malam begini lari-larian di tangga. Sambil merasa terheran-heran, akupun memmbaca doa dan surah-surah pedek untuk membuat hatiku tenang sebelum tidur.

Aku terkejut saat mendengar adzan subuh  yang sangat nyaring dari mesjid. Lantas saja aku langsung bangun dan mengambil air wudhu untuk sholat subuh.  Kejadian tadi malam sungguh membuatku heran akan rumah ini. Apakah ini hanya  perasaanku saja atau  memang ada hal yang ganjil dengan  rumah ini. Akupun sudah siap di meja makan. Semua anggota keluargaku mukanya pada cerah semua, namun tidak dengan Bi Inah.  Kulihat pagi ini wajahnya agak pucat, kupikir apakah dia sedang tidak enak badan, akupun berencana akan menanyakannya selesai sarapan.

Sarapanku dan keluarga selesai. Akupun membantu Bi Inah membereskan peralatan makan kami. Langsung saja ku tanyakan mengapa wajahnya pucat hari ini.
    “ Bi, kok wajahnya pucat. Sakit ?“
    “ Ha..? Gak kok Ndo..” jawab Bi Inah terkejut
    “ Beneran Bi, kalo sakit bilang aja sama mama biar kita ke dokter..” tawarku
    “ Hmm… Ndo, nanti Bibi mau ngomong boleh. Tapi selesai Bibi bersih-bersih rumah aja ya..”
    “ Oh boleh kok Bi… kapanpun dan dimanapun Bibi mau..hehe..” sambil ku peluk Bi Inah untuk menenangkan hatinya.

Selesai bersih-bersih, Bi Inah pun bercerita kenapa dia wajahnya pucat pagi ini. Ternyata tadi malam dia tidak bisa tidur nyenyak karena mendengar suara-suara yang aneh dari ruang makan. Berhubung kamar Bi Inah berada di antara ruang tengah dan ruang makan,jelas saja beliau mendengarnya. Bi Inah mendengar suara seperti orang yang berlari-lari di dapur, selain itu dia juga mendengar suara seperti orang mandi dari arah kamar mandi utama. Beliau bercerita dengan nada ketakutan. Akupun lalu berpikir, ternyata tidak hanya aku saja yang merasa aneh akan rumah ini. Agar Bibi tidak merasa ketakutan lagi malam ini, akupun menyarankannya untuk tidur di kamarku malam ini.

Huuuft…malam pun tiba lagi. Selesai makan malam dan beres-beres peralatan makan, aku langsung pergi ke kamarku. Tok..tok…tok, bunyi ketukan pintu membuyarkan lammunanku di kamar. Bergegas ku menuju pintu kamar untu mebukakkan pintu,ternyata Bi  Inah  dengan membawa bantal tidurnya. Langsung saja aku persilakaan Bibi masuk kamarku. Awalnya Bi Inah ingin tidur di bawah saja, namun aku melarang. Tempat tidurku cukup besar untuk di tempati berdua, jadi beliau kusuruh tidur di ranjang saja biar tidak  kedinginan.

Tik…tok..tik...tok…. bunyi jam dinding yang terpasang di  kamarku menunjukkan pukul hampir jam 1 pagi dini hari. Aku tidur merasa gelisah karena aku merasa kepanasan, padahal aku memasang suhu AC 20oC. cukup dingin untuk ukuran buat tidur di malam hari. Aku bolak-balik badan saking tidak tenangnya aku tidur. Bi Inah sampai terbangun dan bertanya.
    “ Kenapa toh Ndo… ndak bisa tidur ya..”
    “ Iya Bi… panas..”
    “ Kok bisa toh… Bibi malah dingin lo..maklum nda biasa tidur pakai AC..”
    “ Sssstt.. Bi, kau dengar itu?”
    “ Dengar opo to Ndo..”
    “ Ssstt…coba dengar deh …kayaknya dari arah kamar Widya…”

Sejenak kami berdua mendiamkan diri sambil mendengarkan suara yang samar-samar aku dengarkan. Aku mendengar suara saling pukul, namun tidak memakai benda yang berbahaya, melainkan… seperti boneka. Juga ada suara  tawa kecil yang tidak wajar. Sejenak kami berdua terdiam, aku mengusulkan kepada Bi Inah untuk melihat ke kamar Widya berdua denganku. Awalnya Bibi takut, tapi aku pun meyakinkannya yang padahal sebenarnya aku juga merasa takut. Kebetulan senjata yang kami bawa hanya Yaasin, sapu lantai dan senter masing-masing satu buah. Dengan keberanian yang kira-kira  hanya 20%, kami pun mengendap-endap menuju kamar Widya dan Witya.

Sampai di depan kamarnya, kami mendengar tawa-tawa kecil seperti kegirangan. Bi Inah ingin lari namun tangannya  tetap aku pegang. Wajar saja, aku juga kan gak mau di tinggalkan sendirian menghadapi ini. Kami pun memberanikan diri  mendobrak kamar Widya. Betapa terkejutnya kami. Kami melihat Widya dan Witya seperti kesurupan berrmain boneka boneka mereka. Sadar akan kehadiran kami, mereka malah melempari kami dengan boneka yang ada di tangan mereka. Tanpa pikir panjang lagi kami langsung lari turun ke bawah untuk membangunkan ayah dan mama. Seakan-akan aku yang kesurupan gak sadar lagi aku mengedor pintu kamar ayah sangat keras sampai ayah setengah marah pada saat membukakan pintu. Belum selesai aku bercerita, Witya dan Widya yang masih tidak sadarkan diri turun ke bawah menuju kami. Saat ayah menyalakan lampu ruang tengah, mereka berdua langsung pingsan di tangga. Langsung saja kami mendatanginya dan menggotongnya ke kamar mereka berdua yang sangat berantakan karena  ulah mereka.

Kejadin tadi malam membuatku semakin penasaran akan rumah ini. Sebenarnya apa yang terjadi sebelum kami menempati rumah itu. Mengapa kejadian  demi kejadian aneh selalu menimpa kami. Di sekolah akupun bercerita dengan teman-temanku. Mereka tertarik untuk membantuku menyelidiki rumahku sendiri. Untungnya ayah tidak melarangku untuk menyelidikinya. Aku meminta alamat tempat ayah membeli rumah ini. Begitu kudapatkan, langsung saja aku, Iky, Lita, dan Eny menuju alamat yang tertera di secarik kertas. Sesampainya di sana, kami mendapati sebuah kantor jasa yang melayani penjualan rumah. Kami pun masuk ke dalam dan menanyakan siapa pemilik sebelumnya atas rumahku sekarang. Begitu kudapatkan, langsung saja kami menuju  alamatnya.

Sesampainya lagi di alamat yang kami bawa, kami mendapati sebuah rumah yang lumayan besar berwanrna oranye dengan perpaduan warna krim cerah. Kebetulan Pa Arif sang pemilik rumah ada di pekarangannya. Langsung saja kami di persilakan masuk ke dalam rumah. Istri beliau menyuguhkan kami es sirup yang kelihatanya menggoda sekali untuk di minum. Begitu di persilakan minum, langsung saja kami meminumnya. Kebetulan sekali kami sangat haus karena berpanas-panasan mencari alamatnya. Aku pun menceritakan maksud kedatangan kami ke rumah beliau. Begitu beliau mengerti apa yang aku  ceritakan tentang kejadian aneh yang ada di rumahku,  beliau pun bercerita panjang lebar mengenai kejadian yang juga menimpa keluarganya saat menempati rumah itu selama kurang lebih satu bulan. Itu merupakan waktu yang sangat singkat untuk menempati suatu rumah. Namun sayangnya beliau tidak mengetahui mengapa rumah itu jadi sangat aneh untuk di tempati. Kami pun pulang dengan tanpa hasil.

Selesai mengantar teman-temanku pulang,  aku berhenti sebentar di pos kamling. Kebetulan ada Pak Deden sang security komplek. Beliau sudah sekitar 5 tahun menjadi security komplek. Sembari istirahat, ngobrol-ngobrol aja aku dengannya mengenai cerita rumahku.  Betapa terkejutnya aku mendengar cerita beliau.  Ternyata sekitar 2 tahun yang lalu terjadi perampokan dan pembunuhan di rumah yang sekarang aku tempati itu. Yang menjadi korban adalah seorang gadis muda dengan dua orang adik dan seorang pembantu rumah tangga.  Setahu beliau, gadis tersebut ditinggal oleh orang tuanya bekerja di luar negeri. Lalu ada sekelompok perampok yang menyerang rumahnya untuk merampok harta benda mereka. Alhasil, karena saat mmelawan gadis itu melihat muka perampok, dia dan 2 adiknya serta pembantunya dibunuh perampoknya untuk membungkam mereka. Aku terdiam mendengar cerita Pa Deden. Pantas saja kejadian demi kejadian aneh menimpa keluarga kami saat menempatinya. Aku baru menyadari, ternyata kalung yang selama ini ku pakai,adalah kalung gadis itu.
Aku langsung pulang ke rumah. Belum memasuki rumah, dari luar aku sudah mendengar teriakan Bi inah. Langsung saja aku berlari menuju asal teriakan itu. Ternyata  Widya kembali kesurupan. Dia mengamuk karena di pegangi oleh Witya dan mama yang sambil  membacakan ayat-ayat Al-qur’an. Ayah sedang keluar memanggil Uztad Arifin yang sudah di kenal oleh masyarakat komplek. Saat Uztad sampai, beliau langsung menghampiri  Widya dan seakan-akan beliau sedang berbiacara dengan “orang” yang merasuki tubuh adikku. Dalam pembicaraannya, dia mengatakan bahwa dia adalah arwah gadis yang dibunuh oleh perampok yang menyerang rumah ini.  Dia membuat kejadian-kejadian yang aneh karena dia ingin menyampaikan pesannya yaitu ingin arwahnya dengan adik-adik serta pembantunya tenang karena sudah didoakan. Melalui tubuh adikku, dia menunjukkan tempat mereka di kubur oleh perampok itu. Ayahpun meminta bantuan tetangga tetanggga komplek untuk menggali tanah yang di tunjuk oleh Widya. Sesudah menggali, kami mendapati tulang belulang manusia, dna Widya pun pingsan mendadak. Uztad menyarankan agar mengeluarkan tulang belulang itu dan memandikanya selayaknya memandikan jenazah. Selesai dimandikan, tulang- tulang itu lalu dibungkus dengan kain kafan dan disholatkan di mesjid dekat rumah. Selesai di sholatkan. kemudian  tulang itu di makamkan di  komplek pemakaman islam yang ada di samping komplek perumahan kami. Aku berharap, semoga arwah mereka sudah tenang di alam sana.

Begitu banyak kejadian yang terjadi hari ini sampai-sampai membuatku merasa sangat capek dan malas mengerjakan PR yang di berikan guruku di sekolah.  Tanpa sadar akupun tertidur lelap.  Bunyi detak jam dindingku seakan-akan seperti bunyi palu yang di hantamkan ke dinding saja mebuatku bangun setengah sadar. Aku seakan-akan melihat seorang gadis yang sangat cantik duduk di samping ranjangku.
    “  Nita….. “ panggil gadis itu. Aku sempat berpikir bahwa aku sedang bermimpi.
    “ Nita….” Panggilnya sekali lagi. Aku pun sadar bahwa aku  tidak sedang bermimpi. Aku sangat terkejut  dan langsung menjauh karena takut. Tahu dari mana dia bahwa namaku adalah Nita. Tapi gadis itu meraih tanganku lembut.

    “ Nita…aku adalah Lina. Akulah yang merasuki tubuh adikmu tadi sore. “ kata gadis itu. Aku sungguh hanya bisa diam seribu bahasa. Aku tidak bisa mengatakan sepatah kata pun saking aku merasa takut, tapi hatiku yakin ini bukanlah suatu hal yang akan membahayakan diriku.
    “ kalung yang kamu pakai adalah milikku. Itu adalah hadiah ulang tahun dari orang tuaku saat aku masih bersama mereka tinggal di rumah ini. Aku harap, kamu mau menyimpannya dengan baik untukku…” ditatapnya lembut mataku sampai aku berkata Iya dan kami melingkarkan jari kelingking tanda kami berjanji satu sama lain.
    “  Sekali lagi terima kasih atas usahamu menyelidiki rumah ini dan menemukan tulang-tulangku dan adik-adikku serta pembantuku. Sekarang aku bisa pergi dengan tenang.” Katanya dengan penuh kelegaan.

    “ Aku harap, kau bisa tenang selamanya di alam sana, Lina. Bersama adik-adikmu dan jua pembantumu. Insyaallah, aku akan selalu mengirimkan doaku untuk kalian disetiap aku sholat.”
    “ Terima kasih banyak Nita.”
Kurasakan genggaman tangan itu perlahan-lahan mulai hilang dari tanganku. Aku bahkan masih terheran-heran, apakah aku sedang bermimpi atau tidak. Kucoba mencubit pipiku, ternyata sakit. Berarti ini memang bukan mimpi. Akupun kembali merebahkan diriku di tempat tidur sambil membayangkan kejadian yang baru saja aku alami, sampai pada akhirnya aku terlelap kembali menuju dunia mimpi yang sebenarnya.

    “ dok…dok…dok… Nita bangun…” terdengar suara mama yang membangunkan aku dari luar kamar. Mama pun membuka pintu kamarku dan membuka gorden-gorden besar yang ada di kamarku.Saat kulihat jam,
    “ Arrrggghhh….mama aku terlambat. Kok gak bangunin lebih pagi sih ma…harus buru-buru mandi dan sekolah nih..”  kataku panic.
    “ Sekolah? Sekolah apa kamu di hari libur Nita.”
    “ Mama jangan becanda deh...panik nih.”
    “ Kamu tuh yang ngelindur. Hari ini kan tahun baru Nit, tanggal 1 Januari. Tanggal merah. Lihat aja kamu kalau gak percaya.” Kulihat memang iya tanggal merah. Terus kejadian-kejadian itu semuanya hanya mimpi nih ceritanya. Kayak di Film Inception aja nih aku mengalaminya. Ah sudahlah, yang penting  aku mau mandi dulu biar segar di hari pertama tahun baru ini. (*)

Selasa, 22 Januari 2013

8 Manfaat Membaca



Sungguh mengherankan mendengarkan manusia mengatakan bahwa mereka bosan membaca! Padahal membaca adalah salah satu hobi terbaik yang dimiliki oleh seseorang. Namun sungguh menyedihkan ketika mengetahui bahwa kebanyakan dari kita tidaklah diperkenalkan dengan buku-buku yang menakjubkan dunia. Ini adalah beberapa alasan bagi kita untuk memulai kebiasaan ini… sebelum Anda tertinggal di belakang dalam segala hal. 

1. Membaca merupakan proses mental secara aktif. Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak idiot (TV, Plasystation, dll), membaca membuat Anda menggunakan otak Anda. Ketika membaca, Anda akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang Anda belum mengetahuinya. Dalam proses ini, Anda akan menggunakan sel abu-abu otak Anda untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.

2. Membaca akan meningkatkan kosakata Anda. Anda dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum Anda ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada Anda begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum Anda ketahui.

3. Membaca akan meningkatkan konsentrasi dan fokus. Anda perlu untuk bisa fokus terhadap buku yang sedang Anda baca untuk waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi potongan kecil informasi, buku akan menceritakan keseluruhan cerita. Oleh sebab Anda perlu berkonsentrasi untuk membaca. Seperti otot, Anda akan menjadi lebih baik di dalam berkonsentrasi.

4. Membangun kepercayaan diri. Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak pengetahuan yang Anda dapatkan. Dengan bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini merupakan reaksi berantai. Karena Anda adalah seorang pembaca yang baik, orang-orang akan mencari Anda untuk mencari suatu jawaban. Perasaan Anda terhadap diri Anda sendiri akan semakin baik. [Namun ingat, ikhlas tetap merupakan jalan untuk mencapai kesuksesan, dan berhati-hatilah dari sikap merasa bangga diri. Bersyukurlah selalu kepada Allah atas secuil pengetahuan yang Anda miliki].

5. Meningkatkan memori. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika Anda tidak menggunakan memori anda, Anda bisa kehilangannya. Teka-teki silang adalah salah satu contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun bukan sebuah permainan, akan membantu Anda meregangkan “otot” memori Anda dengan cara yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita.

6. Meningkatkan kedisplinan. Mencari waktu untuk membaca adalah sesuatu yang kita sudah mengetahuinya untuk dilakukan. Namun, siapa yang membuat jadwal untuk membaca buku setiap harinya? Hanya sedikit sekali. Karena itulah, menambahkan aktivitas membaca buku ke dalam jadwal harian Anda dan berpegang dengan jadwal tersebut akan meningkatkan kedisiplinan.

7. Meningkatkan kretivitas. Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri Anda terhadap ide dan informasi baru akan membantu perkembangan sisi kreatif otak Anda, karena otak Anda akan menyerap inovasi tersebut ke dalam proses berfikir Anda.

8. Mengurangi kebosanan. Salah satu kebiasaan yang saya miliki adalah, apabila saya merasa bosan, maka saya akan mengambil buku dan mulai membacanya. Apa yang saya temukan dengan berpegang kepada kebiasaan ini adalah, saya menjadi semakin tertarik dengan suatu bahasan buku dan saya sudah tidak bosan lagi. Maksud saya, jika Anda merasa bosan, Anda akan merasa lebih baik dengan membaca buku yang bagus, bukan? Jika Anda ingin memecahkan rasa malas yang monoton, dan kehidupan yang tidak kreatif dan membosankan, maka pergi dan ambillah satu buku yang menarik. Bukalah halaman-halamannya dan jelajahi dunia baru yang penuh dengan informasi dan kecerdasan.

Sumber: http://rachdie.blogdetik.com/2011/02/05/8-manfaat-membaca/

Sabtu, 19 Januari 2013

Hanya Semacam Do’a

Barangkali harapan ini hanya semacam do’a yang memeluk kehampaan sebagai 

kamu. Tapi, biarlah sesekali waktu perlu mengajariku cara tepat bagaimana 

meninggalkan masa silam, aku tak yakin kamu akan “hilang” begitu saja dimasa 

depanku.

Kadang setiap merindukanmu, aku menegarkan hati dengan merapal mantra 

“semoga” dan berharap mantra itu mustajab untuk mengembalikan “yang pergi” 

dan memulangkan “yang lupa”. Walaupun setiap mataku membuka, kamu tetap 

akan pergi dan tetap lupa kembali.

Tidak ada, tidak ada yang melebihi matamu

Di jantung rinduku kamu adalah keabadian

Yang mengenalkan dan mengekalkan kehilangan