Minggu, 01 April 2012

Jadi apaupun itu pilihan...!!!

Jadi apaupun itu pilihan...!!!


Manakala kita sudah memahami orang lain lantas orang lain tak mengungkapkan apa yang diinginkan sehingga akan memudahkan kita untuk memahami, maka akan terjadi sebuah benang merah yang akan menguraikannya. Kita sudah memahami dan orang lain pun sudah terbuka dan menginginkan apa yang orang lain inginkan, semua akan mudah.
Yaa masing-masing manusia itu berbeda, berbeda itu indah, berbeda itu bersatu, tapi tak semua mengerti, tak semua tau, tak semua mau, tak semua bisa, tak semua yang mau memahami. Antara benar dan salah lalu ada yang ditengah-tengahnya bisa kita sebut netral. Di dunia ini hanya ada dua pilihan. Benar atau salah, lalu yang berada ditengah?>>>....jawab saja sendiri.
Malam dan siang, laki-laki dan perempuan, hidup dan mati, sukses dan gagal, menang dan kalah. So kita mau jadi apapun....!!!!! itu  adalah pilihan

Yang nulis : muhammad elhami
Senin, 2 april 2012
14 : 48 PM
“menulis adalah bekerja untuk keabadian”
Pramoedya ananta toer

"Aku Ingin" Cinta yang Sederhana

                                                       "Aku Ingin" Cinta yang Sederhana
                                          oleh Fathul Qorib pada 22 Maret 2012 pukul 18:07



Sering kita mendengar orang bersyair mengenai kekasihnya dengan rendah hati. Tidak ada pecinta di dunia ini yang membiarkan dirinya merasa sombong di tangan kekasihnya. Maka itulah puji-pujian kepada kekasih menjadi begitu melankolis. Dan cinta ini tidak bisa dipisahkan antara mencintai perempuan, mencintai Tuhan, ataupun cinta persahabatan. Meskipun pola perilakunya berbeda, ada satu prinsip yang mesti sama dalam hal ini yaitu :cinta itu sederhana.

Kesederhanaan ini tidak sama sekali berarti miskin. Karena kita tahu sendiri bahwa sederhana dalam pengertian yang umum juga tidak berarti miskin. Sederhana tidak berbading terbalik ataupun berbanding lurus dengan miskin ataupun kaya. Belum tentu orang miskin bisa bersikap sederhana, begitu jupa orang kaya jarang bisa bersikap sederhana. Maka cinta bukanlah hal yang bisa dihitung, kaya cinta - miskin cinta, tidak mesti begitu. Cinta adalah kesatuan. Ia bersifat abstrak dan orang yang sedang menggenggamnya bisa jadi merupakan yang paling bahagia atau paling sengsara.

Namun demikian, yang mampu mengungkapkan rasa cintanya dengan begitu menakjubkan hanyalah seorang penyair. Karena dalam syair (puisi) kalimat akan teruntai begitu indah dan dalam. Perasaan akan diterjemahkan menjadi sesuatu indah, multi makna, dan sangat halus. Kalimat-kalimat puisi sebenarnya bisa diterjemahkan secara aqliyah, namun disana kita tidak akan menemukan kenimakatannya. Hanya puisi yang mampu dicerna “hati pembaca”lah yang akan kekal.

Sekarang, saya ingin mengajak pembaca untuk meresapi sebuah puisi cinta yang sengaja saya pilih. Pilihan ini bisa bersifat subyektif, bisa juga bersifat obyektif, tergatung dari mana kita akan memandang. Namun dalam hal ini, saya tidak ingin mengintervensi dalam mendedah puisi tersebut, karena kita tahu sendiri, saya bukanlah kritikus puisi. Jadi penekanan saya, bahwa puisi ini adalah karya agung yang mampu diciptakan oleh penyair sekaligus guru besar sastra Indonesia, Sapardi Djoko Damono, yang menciptakan “Aku Ingin”.

Aku Ingin
Pertama, kita akan memperhatikan lirik “Aku Ingin” dahulu :

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Diakui ataupun tidak, kalimat-kalimat puisi diatas juga ternyata sangat sederhana. Bahkan diksi yang digunakanpun bukan diksi yang berbelit ataupun multiinterpretatif. Kata-kata yang dipilih adalah kata-kata standar dalam kehidupan sehari-hari. Ada aku, ada mencintaimu, ada sederhana, ada kayu, ada api, ada sederhana, ada awan, dan semuanya.

Disana juga tidak terdapat diksi yang cenderung “puitis” seperti kata ambrosia, soliloqiui, kidung, dan lain-lain sebagaimana puisi-puisi yang lain. Kalaupun ada kata yang teramat sering mampir ke puisi seperti hujan dan isyarat maka itupun diucapkan dengan kesederhanaan. Hujan disana berarti hujan, isyarat juga berarti isyarat, tidak berkonotasi kepada sesuatu yang tersembunyi.

Begitupula peristiwa yang dijadikan rujukan atas nama cinta yang sederhana. Peristiwa tersebut hampir pernah –bahkan sering– terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentang awan dan hujan yang saling meniadakan, ataupun tentang tentang kayu yang dilahap api sehingga menjadi abu. Begitulah kesederhanaan puisi Sapardi. Namun dibalik kesederhanaan itulah letak kekuatan yang dahsyat mengenai konsep percintaan, antara pecinta dengan objek cinta, antara sebab dan akibat, antara pengorbanan dan kesetiaan.

Puisi ini ingin menyampaikan sesuatu yang suci kepada para pecinta, bahwa mencintai bukanlah perkara diterima atau tidak. Bukan pula masalah berani mengungkapkan ataupun tidak. Kata-kata dalam masalah cinta, jika tidak tepat dalam menggunakannya maka akan memperburuk citra cinta itu sendiri. Lihatlah dalam puisi bagaimana tokoh aku yang ingin mencintai kekasihnya, layaknya kata yang tidak pernah sempat diucapkan oleh kayu kepada api sehingga kayu tersebut menjadi abu. Kayu yang dilumat, dilahap, dibakar, di sakiti, dihancurkan, diinjak, hingga menjadi abu, itu ternyata masih menyimpan cinta yang tak pernah sempat ia ucapkan kepada kekasihnya yang menghancurkan fisiknya. Fisik boleh menjadi abu, perasaan boleh gentar dan lumat, tapi cinta sejati tidaklah tamat. Boleh jadi, ia semakin tumbuh dan berkembang, menjadi harapan yang kelak meyelamatkan kehidupan si–kayu.

Apa yang terjadi pada kayu juga terjadi pada awan yang diusir hujan. Namun si-awan tidaklah pernah memiliki kesempatan untuk mengisyaratkan bahwa ia mencintai sang hujan. Meskipun awan ditiadakan (dibunuh dan diusir) oleh hujan, awan tetaplah menyimpan segala duka, segala cinta, sehingga tidak pernah sekalipun awan akan menghentikan cintanya kepada hujan.

Begitulah cinta sejati yang seharusnya dijadikan modal pengetahuan oleh para pecinta yang telah bersedia mati untuk kekasihnya. Cinta bukan hal main-main. Laki-laki sebagai makhluk yang lebih banyak mengumpar kata-kata cinta seharusnya memahami bagaimana logika cinta. Bacalah beberapa buku mengenai cinta agar kita tidak tersesat. Bahwa cinta itu harus meliputi care, responsibility, respect, dan knowledge –itulah unsur cinta menurut Fromm, tokoh cinta barat. Perempuan yang digoda lelaki dengan seribu puisi juga harus mengetahui mengenai cinta sejati. Bahwa tidak hanya gairah (passion –mengarah kepada hasrat, nafsu) yang diumbar oleh para pecinta, tapi juga harus ada intimacy (keakraban –seperti seorang sahabat) dan commitment (janji, ikatan, pernikahan, dsb). Jika lelaki masih belum bisa menjalin komitmen kepada perempuannya, maka saya sarankan kepada perempuan untuk berhati-hati. Karena apa?
Dalam film Before Sunset (sekuel kedua setelah Before Sunrise) dikatakan oleh tokoh perempuan bahwa “lelaki itu sangat mudah disenangkan”, yang berarti, semarah apapun laki-laki, ketika dicumbu untuk melakukan hubungan intim, maka kemarahannya akan selesai. Dan sepanjang pembicaraan kedua tokoh ini (film ini mengumbar pembicaraan dengan sedikit aksi), yang difikirkan oleh laki-laki hanyalah hubunga seks. Sangat laki-laki, dan si perempuan hanya ingin bahwa pertemuan mereka tersebut hanyalah untuk bersenang-senang, tanpa memikirkan cinta apalagi seks. Wanita selalu mau bermain aman, dan lelaki selalu ingin menjerumuskan diri.

Demikianlah dalam puisi “Aku Ingin” menggambarkan dengan implisit namun lugas bagaimana seharusnya seorang kekasih bersikap kepada kekasihnya. Sejalan dengan kalimat Sapardi (kata yang tak sempat di ucapkan, isyarat yang tak sempat disampaikan), Plato memiliki ungkapannya sendiri, bahwa : “Cinta yang paling agung adalah cinta yang tidak pernah diungkapkan”. Lalu saya tiba-tiba sadar bahwa hal tersebut memanglah benar. Semoga pembaca mampu menangkapnya.

Bangkalan, 22 Maret 2012

Jika Lelah

Jika Lelah


Jika kau telah lelah disakiti
Menangislah sejenak
Kau sedang disayangi
Bernafaslah sejenak
Kau sedang menyanyangi
Heninglah dalam damai
Diamlah
Lalu belajarlah mencipta yang dicipta
Atas nama penciptanya
Bukankah terkadang
Orang yang sering membuat kita tersakiti
Justru yang paling menyanyangi
Bukankah bukan rahasia lagi
Orang yang ingin kita sakiti
Kadang jua yang paling kita sayangi

Ditulis : Minggu, 1 April 2012
13 : 34 PM

Sabtu, 31 Maret 2012

HARAPAN 1 TAHUN

                                                              HARAPAN 1 TAHUN
                                                            Oleh : Muhammad Elhami


Hari ini sabtu (31/3) di aula fakultas ekonomi unlam merupakan hari besejarah bagi 10 (sepuluh) organisasi yang ada difakultas ekonomi ini, atas nama kebersamaan dan keakraban pelantikan bersama kepengurusan baru periode 2012-2013 kembali terulang.
Baju keramat warna kuning kembali dikenakan sebagai lambang bahwa kita adalah milik universitas lambung mangkurat, dengan pakaian dalam putih, celana hitam ditemani sepatu hitam semua nampak percaya diri dan gembira. Semua menyatu begitu hangat sehingga menciptakan atmosfer semangat untuk melangkah lebih maju.
Lagu kebangsaan menjadi pembuka, di iringi dengan lagu kebesaran unlam yakni hymne dan mars unlam membuat hati tergetar bagi mereka yang merasakan. Dengan posisi berdiri maka menambah khidmatnya pembukaan pelantikan bersama ini.
Organisasi mahasiswa sangat berperan penting dalam memajukan fakultas, dan juga fakultas berperan penting bagi kemajuan organisasi kampus. Al hasil kedua lembaga ini saling melengkapi, saling bersama dan saling terkait untuk saling memajukan.
Hari merupakan tanda-tanda untuk satu tahun kedepan, dan satu tahun kedepan akan terlihat hasilnya dengan organisasi kepengurusan tahun ini yang dilantik dan dirancang oleh masing-masing ketua umum.
Pelantikan saja tak lengkap, panitia dengan ide kreatifnya menyadingkan dialog terbuka antara fakultas dan mahasiswa, disini akan dibahas keluh kesah fakultas maupun mahasiswa agar semua terbuka, nyaman, dan transaparan dalam menjalankan aktivitas roda kehidupan di civitas akademika.
Dan memantapkannya semua diakhiri dengan do’a seraya berharap semua yang dilakukan, yang direncanakan diberi kemudahan oleh Allah SWT. Amiiiin..........
Ditulis Pasca pelantikan dan dialog bersama, walaupun aku agak pusing + perut lapar, bagiku menulis itu tak bisa ditunda-tunda...
“kita boleh pintar setinggi langit, tapi apabila kita tidak menulis, maka akan dilupakan oleh sejarah”
Sabtu (31/3), saat aku duduk bersandar disebuah pintu yang sudah mulai rapuh >>>>>> 17 : 07 PM
Salam pers mahasiswa..!!!!!!

Kamis, 29 Maret 2012

Apakah Kamu Tahu ?...

Apakah kamu tahu ?...

Meminta maaf dan memaafkan itu bisa !
•    Melegakan hati

Bayangkan, jika kita marah atau sebel dengan seseorang teman, kita enggan bertemu atau berpas-pasan dengannya. Tetapi bila kita sudah berbaikan dan saling memaafkan, hati terasa lapang, tak ada yang mengganggu dihati. Kita pun tak perlu menghindar lagi. Kita sudah membuka lembaran hidup baru dan semangat baru dengan tidak mengingat-ngingat kesalahan yang pernah ada.
•    Kaya kasih sayang

Bila kita ikhlas memaafkan, sebenarnya kita telah memberikan sesuatu yang berharga yaitu kasih sayang. Bila kita meminta maaf, kita pun merasa kaya. Sebab kita masih mendapat kasih sayang, pertemanan pun disambung kembali.
•    Menang melawan diri sendiri

Meminta maaf dan memberi maaf sama-sama perbuatan mulia. Kita menjadi pemenang melawan emosi. Saat jengkel, kecewa, atau marah dengan seorang teman. Kita tak mau bertegur sapa dengannya. Saat-saat seperti itu emosi yang menang. Bila kita sudah memaafkan atau meminta maaf, kita sudah berhasil melawan emosi.
•    Berjiwa kesatria

Orang yang mau meminta dan memberi maaf adalah orang-orang yang berjiwa besar. Orang yang berjiwa besar sama dengan seorang kesatria. Sebab kita mau mengakui kesalahan dan meminta maaf. Begitu juga bila kita ikhlas memberi maaf kepada teman.

Belajar Dari Masa Lalu

                                                                Belajar Dari Masa Lalu



Aku mengenal komputer mulai masuk dunia perkuliahan, memang dulu aku pernah mengetik, namun tak sampai mengenalnya, aku benar-benar buta tentang sebuah komputer, yang namanya laptop pun aku baru mengenal disini didunia perkuliahan. Yaaah maklum anak kampung hehehe.
Jadi saat aku praktik aplikom waktu semester dua dulu, hedeh bingungnya luar biasa, kalau ngetik mah, santai saja, ngatur ini itu supaya rapi dan baik susah bangeet. Keluarin aja deh jurus jitu yaitu “bertanya” nah ini jurus ampuh untuk orang-orang yang benar-benar bleng terhadap sesuatu yang tidak diketahui. Yah dikit-dikit sudah mulai paham lah, walau gampang lupa hehehe.
Perkuliahan dikelas tidak menjadi kendala, tapi dipraktik masih kacau. Dan tiba waktu final test praktik, padahal semua yang aku kerjakan lancar-lancar saja, setelah selesai aku pengen nyimpan, eh bukannya tersimpan, malah semuanya hilang, haduuuuh gimana nih, semua tak mungkin kembali, waktu sudah habis dan pasrahlah akhirnya T.T.
Saking gugupnya praktik aplikom, menyimpan saja tidak bisa, weleh weleh. Al hasil nilai aplikom aku D, yaaah ga lulus deh...


Wajar saja, baru mengenal. Dan sekarang tidak lagi, semua serba lancar dan mudah, semua berkembang. Aku punya laptop sendiri kapan dan dimana saja aku bisa belajar.
Nah, praktik aplikom semester ini menjadi gampang dan mudah. Itu karena masa lalu yang mengajarkan
Dan pasti....<<<<sesudah kesulitan itu pasti akan kemudahan>>>>........

Yang mengalami : muhammad elhami
Banjarmasin, jum’at 30/3/2012
11 : 56 PM



Kota Lama

Kota Lama


angin menjatuhkan dedaunan
tunas baru segera muncul
dan ingatan, selama akarnya tertanam dihatimu
aku akan menjadi bayang-bayang bagimu
menambah-nambah mimpi burukmu
memperumit masa lalu yang hitam pekat


saat itu aku mungkin sudah sangat jauh
tak banyak yang bisa kau ingat
tak banyak pula yang bisa kau hafal dariku
sebab peristiwa setelahnya menimbun prihal kita

hujan meleleh disenja yang baru2 pulang
kenangan seperti potongan es krim
yang membuat gigimu terasa ngilu
memaksamu terus menghabiskannya
sebentar kau akan mengenali
betapa aku amat peduli denganmu
hal-hal remeh yg tak terlupakan
saat itu rasa kesal menghinggapimu
tapi aku sudah begitu jauh darimu

kau akan mengenangku
setelah tak lagi bisa bersamaku
pergi dan melipat rasa sakit
sebab pertemuan lebih banyak menawarkan luka