Sabtu, 25 Mei 2013

Mengenang Pikiran Dengan Menulis



Boleh ku akui bahwa menulis itu berat sekali, kadang angin-anginan, menulis bisa dilakukan bila ada niat dan kemauan atau memang ada tugas yang mengharuskan kita untuk menulis. Aku lebih suka berpikir kemudian aku terapkan dalam kehidupan, tapi rasanya ada yang kurang bila sebuah pemikiran tidak dituangkan kedalam tulisan.

Menulis saat ini sudah bukan menjadi kegiatan utama, berpikir kemudian menuliskannya ibarat satu paket apabila kita ingin mengenang apa yang sudah kita pikirkan, berbeda dengan apa yang kita pikirkan kemudian kita ulang kembali untuk memikirkannya, hanya omong kosong tanpa ada bekas.

Topik apa yang ingin ditulis juga menjadi persoalan untuk bisa menghasilkan tulisan, orang kebanyakan maunya ingin tulisan langsung menjadi bagus dan perfect. Walaupun menulis bukan menjadi kegiatan utama, aku akan tetap menulis kapan pun aku mau agar masih ada apa yang selama ini aku pikirkan.

Karena menulis bukan kegiatan utama ku, hari ini aku lebih suka memikirkan tentang sebuah kehidupan, peka terhadap sesuatu yang terjadi dan ada disekitar kita, sehingga kita bijak dalam berbuat. Padahal banyak sekali yang bisa ditulis, namun lagi-lagi kegiatan ini bukan hal utama.

Aku ingin menjadi orang yang tidak sama seperti orang kebanyakan dalam hal berpikir dan bertindak. Aku berusaha untuk bisa memaknai setiap kejadian-kejadian yang terjadi, agar hidup ini layak untuk dijalani, bagaimanapun juga hidup yang tak bermakna tak layak untuk dijalani.

Kemudian hidup terlalu berambisi juga akan membuahkan hasil yang terlalu berlebihan untuk mencapai sesuatu, bisakah kita hidup sederhana saja? Mengerti setiap keadaan, membuat orang lain senang dengan keberadaan kita, bahkan tidak banyak kata-kata. Aku takutnya ambisi itu akan menimbulkan sebuah kekecewaan dengan sesuatu yang kita inginkan tidak tercapai dengan semestinya.

Jalankanlah hidup ini dengan penuh kesyukuran, kesabaran, sederhana, dan tenang. Sungguh beruntung bagi orang-orang yang beriman. Kebaiakan dan kebenaran tidaklah bisa disamakan.

Bahwasanya hidup itu tak melulu membicarakan soal cinta.

Tetapi, Asyiknya memang menuliskan soal cinta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar