Rabu, 12 Februari 2014





Aku termasuk orang yang sulit mencari teman yang sebenar-benar teman, boleh dikatakan orang yang harus menjadi temanku adalah orang-orang yang tidak mau berkata sia-sia, yakni setiap perbuatan dan kata-kata harus menjadi makna dan inspirasi bagi kita. Sulit memang tapi bukan berarti tidak ada.

Meraka ada hanya sedikit, tanpa perlu banyak, karena banyak itu bukan teman tetapi relasi dan kenalan. Teman yang sebenarnya adalah saat kita berada didekatnya kita ada. Mendengarkan apa yang kita ucapkan, menyisiri setiap rangkaian kata-kata yang kita keluarkan, mendengarkan tanpa perlu mengacuhkan. Antusias dan mengerti disetiap keadaan.
Teman menjadi sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan, berbagi pengalaman adalah guru yang paling berharga selain belajar di sekolah, dan berbagi adalah puncak tertinggi dari sebuah  kebahagiaan, bukan untuk pamer, bukan juga untuk diri kita sendiri. Tetapi semua kehidupan. Kita ada.

Walaupun jarak adalah sebuah ukuran dari yang namanya perpisahan, teman akan selalu dekat, dan lebih dekat dari jarak itu sendiri. Mengisi kekosongan diri serta kehampaan dalam kesendirian. Kehadiran teman adalah satu-satunya cara untuk menyegarkan kembali tubuh yang telah lama dan sulit dalam mencari pelarian.

Akupun merasa ada dibuatnya, bukan mengada-ngada, sampai tiadapun kita tetap akan ada, karena kenangan yang kita berikan adalah sejarah yang mampu mengingatkan kita pada masa keberasamaan kita hari itu. Aku merasa di hargai, aku merasa hidup, kau harus tau teman, aku ada karena kau ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar