Senin, 16 April 2012

Bisa Menulis? Anda Manusia Langka


” Sebagian besar orang bercita-cita hidup di dunia orang kaya..….tetapi mereka tidak melakukan langkah pertama yakni memutuskan. Setelah kamu memutuskan, dan kalau kamu sudah benar-benar memutuskan, tidak akan kembali lagi. Ketika kamu memutuskan, segala sesuatu dalam duniamu akan berubah”
(Robert T Kiyosaki)

         Bila kita coba amati, berapa banyak disekitar kita yang biasa menuangkan idenya lewat tulisan, bandingkan dengan yang tidak ? Saya yakin 1:100 bahkan lebih dari itu. Ini artinya, aktivitas menulis adalah aktivitas yang langka. Artinya, tidak semua orang mampu melakukannya.
Apakah mereka tidak punya kemampuan menulis? Tidak juga, hanya mereka tidak memiliki semangat tinggi untuk bisa menjadi seorang penulis. Itu saja. Coba Anda perhatikan berapa banyak professor, doktor atau yang bergelar lain bisa menulis? Bukankah tetap lebih banyak yang tidak mampu menulis? Padahal mereka itu berada di lingkungan ilmiah (misalnya di perguruan tinggi), bukan?
Jadi seandainya Anda bisa menulis, Anda termasuk manusia unik. Sebab, tidak semua orang bisa melakukannya. Pakar marketing Hermawan Kartajaya pernah mengatakan, hanya ada dua hal yang bisa membuat orang bisa maju yakni perubahan dan perbedaan. Jadi making a difference and changing itu penting.
Menulis adalah aktivitas yang mengarah pada usaha untuk “berbeda” dengan yang lain. Anda mungkin punya gelar tinggi atau termasuk pintar di kelas, tetapi kepintaran dan gelar itu sangat mungkin orang lain juga mempunyai. Tetapi menulis, tidak semua orang bisa melakukannya.
Sangat mungkin, bagi mereka yang tidak bisa menulis akan mengatakan, “Untuk apa menulis? Apakah hidup ini harus bisa menulis? Yang penting bagi saya, dapat uang banyak, anak bisa sekolah tinggi, keluarga bahagia sudah cukup”.
          Ya, kalau sudah begini memang kita tidak bisa memaksa. Menulis memang tidak wajib. Menulis hanya salah satu pilihan hidup saja. Biarlah orang lain punya pikiran sendiri-sendiri. Anda yang sudah yakin dengan pilihan menulis, jalan terus. Tak perlu hanya kata-kata orang lain seperti itu, membuat Anda terus mundur. Biarlah orang itu dengan urusannya sendiri. Jangan-jangan mereka berkata itu karena putus asa sebab sudah menulis beberapa kali selalu ditolak? Atau mereka sendiri tidak mau mencobanya? Boleh jadi komentar itu berdasar emosional sesaat saja. Jadi, jangan dengarkan orang-orang seperti itu. Kalau perlu menutup telinga rapat-rapat. Sebab, jangan sampai Anda tertulari “virus” mereka.
Bagaimana agar terus bisa berbeda? Menulislah terus, bahkan sampai Anda tidak bisa punya kemampuan menulis. Mengapa? Sekali kita tidak menulis, kita akan diberi gelar “mantan penulis”. Coba kita renungkan pernyataan Pramoedya Ananta Toer, “Menulislah. Selama engkau tidak menulis, engkau akan hilang dari dalam masyarakat dan dari pusaran sejarah”. Bahkan JK Rowling, penulis Harry Potter pernah mengatakan, “Saya terus menulis. Tidak peduli, apakah akan dimuat atau tidak”.
Jadi kalau Anda sudah punya niat menulis, maka menulis tidak boleh berhenti. Tulislah semua yang ada difikiran sampai habis jangan hiraukan apapun pokoknya tuangkan sampai habis.. bis.. bis. Baru setelah selesai ( mentok ). Baru baca kembali untuk melakukan self editing sederhana.
Luangkan waktu, dan teruslah menulis. Sampai menulis itu menjadi suatu kebiasaan.
Dan anda akan menjadi manusia langka ? .[]

(Sumber http://kursusmenulis.blogspot.com/search/label/membangkitkan%20roh%20menulis)
(diambil : di http://elmudunya.wordpress.com/2011/05/28/bisa-menulis-anda-manusia-langka/#more-2505)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar