Selasa, 27 Maret 2012

Aku hanya ingin menulis, teman...!. (elhami)

                        Aku hanya ingin menulis, teman...!. (elhami)
catatan otak....

Bab 1
ah, dia mulai kembali lagi, tapi hanya sementara kayanya, walaupun sementara cukuplah membuatku senang.
"aku kira buat drafnya hari ini, eh ternyata tunggu si dia dulu baru buat," kataku dalam hati. al hasil besok katanya.
aku penasaran selanjutnya seperti apa ?
lagi-lagi rutinitasku mampu melupakannya. "aku duluan yaa, mau k'perpus nih," katanya sambil memasang sepatu. aku pun tak menolehnya karena aku kelelahan. pusing sih, tapi nikmat rasanya
pikiranku tertuju pada mata kuliah yang akan aku masuki jam 13.00 siang ini, hanya 7 orang ahh legaa, bisa tenang belajarnya nih. aku terkadang tak suka dengan banyak orang. ributnya kaya pasar huh.
Bab 2
Rasanya pengen cepat belajar aplikom. “eh elhami,” seorang dosen muncul membuatku terkejut, ternyata ibu maya, belia yang kemarin menguji aku pas finaltest praktik aplikom. “kemarin nilai aku d+ bu soalnya aku baru pertama kenal komputer pas masuk disni bu fakultas ekonomi, jadi nge save az ga bisa hehehe,” aku ceritakan sama beliau. “tapi sekarang sudah bisa kan,” ujarnya ingin mengetahui. “alhamdulillah sudah lumayan bu,” kataku mantap. Aku bertekad mata kuliah ini wajib berhasil, kan sekarang sudah punya netbok, jadi untuk latihan lumayan lah ^_^
Kuliah hari ini batal karena orangnya sedikit  jadi kalian di alihkan ke hari lain kata pak zainal pengajar aplikom. “haduuh padahal orang yang sedikit yang aku cari, selain nyaman, konsen juga adem ayem hehe kan sedikit,” gumamku dalam hati. Senin sudah ga bisa, selasa, rabu dan kamis padat jadwal kuliah. Aku mantapkan pilihanku hari jum’at jam 09.00, karena jum’at kosong jadi aman lah. Yaa deh relakan saja, pasti banyak orangnya.
Bosan juga ga ada kegiatan hari senin ini. Mendengar kata batal kuliah, “habis ne mau kemana,” pikirku. Lebih baik nulis saja lah, walau kacau dan tak beraturan, nyambung atau ga, ga apalah, malah huruf besarnya ga ada, huruf kecil semua hehe. Mati lampu ga bisa internetan, padahal aku ingin up date status lanjutan ceritaku tadi, terpaksa aku lanjutkan di word entar kalau mau aku posting lagi. Dua kue harga seribu aku habiskan, cukuplah untuk memaniskan air liurku ditemanin dengan sekotak teh kotak malah tambah manis dimulutku, sambil menikmati musik low hahaha jari-jariku dengan lincahnya menyusun huruf-huruf yang entah menjadi apa nanti. Nah aku asyik cerita sendiri nih.
“kaka ada baca catatan agung lah yang di fb lah,” arif mrndekatiku dan menanyakan hal ini masalah organisasi yang ada di lpm jurnal kampus. “he’eh sudah aku baca dan sudah aku koment, entar baca aja,” kataku. “nanty adakan rapat saja ka ae kita bahas sama-sama apa yang menjadi masalah, nyaman kita selesaikan sama-sama,” ujarnya menyuruh aku memberi solusi. Tanpa aku jawan arif meninggalkan tempat dimana sepatunya berada. “kuliah dulu ka,” katanya. “oke,” jawabku.
Aku lihat langit, ku rasakan angin, mendung predeksi akan datang hujan nih. Eett mendung bukan berarti hujan, nah kata-kata ini aku dapat dari temenku haerol, keren juga kata-katanya, bagiku sih tergantung saja bisa hujan, bisa juga ga hujan.
Aduh apa lagi yaa, aku habisin dulu teh kotaknya, aku lihat baterai netbokku sudah separu habis, “masih banyak,” kataku. Pikiranku mau tidur, sambil nunggu lampu nyala. Ahh aku ingat si dia lagi
Bab 3
Sebel internet mati ga mau, padahal dari tadi maunya up date status lanjutanku. Aku coba beberapa kali tetap saja tidak konek, ini gara-gara pasca mati lampu tadi. Atau malah penjaga labcomnya yang sudah pulang, ah mana mungkin jam segini penjaganya sudah pulang. Kata pak zainal lab a dan b dimatikan saja itu yang aku dengar, tapi yaa sudah lah.
Aku tadi hanya sempat memejamkan mata beberapa saat saja, aku tak bisa tidur, atau bahasa kampungku takirip artinya tidur sebentar. Mulai tadi pagi bawaannya mau kencing mulu, bangun dari takirip langsung saja aku ke toilet, habis minum teh kotak biasanya aku selalu mau kencing. Biasa dah dari dulu, sama juga minum aqua gelas harga 500an itu, kopi, teh, apalagi banyak minumnya sudah pasti mau kencing terus selang beberapa saat. Ada lagi yang unik apabila aku berada ditempat yang dingin misalnya pakai ac, atau cuaca dibumi lagi dingin sama juga mau kencing, alamaaak ko cerita kencing yaa hehehe.
Sambil nunggu waktu ashar, daripada diam ga ad kerjaan, biasa aku baca-baca buku, baca buku pelajaran, buku tentang motivasi, tapi aku sukanya baca novel, sejak kapan aku suka novel, rasanya gara-gara aku pinjem buku dari arif, buku negeri 5 menara, entah kenapa dari situ aku jadi mulai suka baca-baca bacaan yang berbau novel, sampai buku triloginya ranah 3 warna pun selesai aku baca, waaah tambah suka lagi aku sama bacaan novel.
Buku yang aku baca sekarang novel juga tapi agak berbeda, buku yang aku beli saat acara himakom fisip kemarin minggu, iseng liat-liat stand flp (forum lingkar pena) bingung juga aku milih-milihnya, sampai beberapa menit, buku yang berjudul “halo, aku dalam novel” . “waaah keren juga nih buku,” kataku dalam hari. Beberapa kali aku bolak-balak membaca bacaan yang ada dicover belakang, aku simpulkan buku ini pas denganku yang ingin jadi penulis, soalnya isi tulisan cover belakang bertulisan “aku hanya ingin menjadi seorang penulis hanya itu saja. Aku tak peduli dengan orang lain ini peraturan pertama dalam hidupku. Aku lebih suka sendirian” hedeh makin penasaran saja buku ini dilihat dari kata-katanya saja seperti blak-blakan.
Akhirnya aku putuskan untuk membelinya daripada penasaran. Aku keluarkan uang selembar 100 ribuan harganya 47 ribuan, aku ga mikirin lagi, padahal kalau dihitung-hitung cukup 4 hari buat makanku. Waktu itu saja aku belom makan, tak apalah yang penting perasaaanku lega buku yang ga jelas ini ada ditanganku.
Bener juga tebakanku isinya blak-blakan juga hahaha, ternyata ada 2 cerita dalam buku ini, cerita se penulis sendiri, dengan cerita yang sepenulis buat. Mantaaap 1 buku 2 cerita nih. “Gila kata-katanya pedas banget ada kata gila, berengsek, sial,” ujar pikiranku dan el el.  Tak peduli aku baca saja terus, sudah hampir 20an halaman kalau ga salah. Ternyata manarik juga ini cerita tentang seorang gadis bernama halo, ya namanya biasa saja, halo keluar dari dunia kesendirian dan menemukan dunia yang luas. Ini kesimpulan sementaraku, soalnya masih banyak ceritanya dalam buku tersebut.
Aku coba lagi klik coba lagi tetap saja ga bisa internet, payah. Aku mencari kerjaan lagi. Diam, melanjutkan baca novel, atau jalan-jalan ah apa yaa. Laaa batrai netbokku mau habis, buru-buru dices nih. Aku matikan saja....
Bab 4
Tangan dan pikiranku terbawa ingin selalu menulis, aku seperti tersihir sesuatu, tidak pernah aku sebelumnya seperti ini. Selesai menulis ada saja kata-kata yang muncul dalam pikiranku. Bahkan belajarpun aku tunda, mungkin saking mengasyikkan. Ternyata hujan juga setelah mendung itu. Ku putuska untuk nge sms haerol. “bro gorengan kah,” kirimku lewat sms. “hujan bro gimana,” jawabnya. “teduhin aja dulu,” balasku lagi. “okeeyy,” hadi mantap. Haerol memang slaah satu temen akrabku, kami sering nongkrong di gorengan atau bisa juga kami nongkrong dibawah pohon dimuka fakultas teknik unlam, sambil menikmati panorama alam yang indah, melihat manusia beraktivitas, melihat air, melihat awan, dan merasakan sejukknya angin sore hari. Diselingi gurauan tentang cewek-cewek hahaha seruu, rasanya nikmat dan ringan sekali. Yaa sedikit banyak pikiranku yang lagi sesak dengan berbagai aktivitas dikampus sirna seketika, tapi bukan berarti hilang, paling tidak bisa lebih enjoy.
Tak ketinggalan hunting foto-foto juga kami lakukan, berbekal kamera warisan jurnal kampus, sering aku gunakan untuk memfoto diriku sendiri dan temenku haerol. Kadang juga kami sambil ngelihat cewek-cewek yang lagi olahraga atau mereka-mereka yang lagi hunting foto model, hahaha maklum masih muda.
Hujan sudah mulai reda. “dimana bro, ambilin aku ditempat biasa,” aku sms haerol yang dari tadi bilang mandi dulu. “otw broo,” balasnya. 15 menit lagi hampir magrib biasa kami habis ashar ke gorengan.
Sepulang gorengan, lagi-lagi aku mikirin apa yang akan aku kerjakan, yaah menulis lagi deh, aku mencoba menulis agar menjadi rutinitasku, disamping kesibukanku kuliah. Aku tak banya berteman, aku lebih sering berteman dengan buku, hp, dan laptop, aku rasa ini modal yang cukup bagiku untuk mengusir sepi. Plus lagu-lagu tak ketinggalan, parahnya aku selalu muter lagu-lagu naruto hahaha anak kecil banget sih, hedehh. Ettt tapi bagiku bukan kekanak-kanakan, malah lagu-lagu naruto bisa membuatku semangat dalam beraktivitas, apalagi flimnya hemm..tambah semangat aku, naruto bukan hanya sebata flim kartun anak-anak, bagi mereka yang bisa dan dapat mengerti dan memahami arti flim naruto akan menemukan sesuatu yang dapat membuatnya bersemangat dan slalu bergelora dalam mencapa sesuatu. Lebih kuat yaa naruto akan melakukannya apapun agar menjadikannya lebih kuat, pantang menyerah dan mengeluh bukan sifat dirinya. Dengan keyakinan yang mantaap naruto terus berlatih. Flim naruto mampu membuatku semangat. Ini masalah semangat teman bukan masalah kartun.
Aku pikir habis isya sajalah membuka materi pelajaran buat besok selasa, masih banyak tugas-tugas yang berdatangan belum aku kerjakan huh. Aku terhenti berpikir, sudah sampai isya belum nih, aku lihat jam sepertinya sebentar lagi....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar