Senin, 30 April 2012

Buku-ku Teman-ku


Oleh : Muhammad Elhami
Aku menkmati sekali hidupku yang sekarang ini walau berbagai kesumpekan selalu menghadiri dan terkadang sangat menyebalkan sekali, membuat aktifitas yang aku rancang sedemikian rupa mungkin menjadi kacau dan semua tak beraturan. Saat aku dilanda begini, dilanda kepuyengan yang aku rasa hanya hal-hal kecil, tapi tak bisa aku anggap remeh-temeh. Mencari dan menyemangati diri bukan perkara yang mudah. Banyak orang selalu terbawa oleh keadaan, keadaan membuat dirinya mengalir.

Sesungguhnya aku itu selalu sendiri ditempat keramaian, sendiri dengan diriku sendiri, tanpa orang lain mengetahui,  kadang apa yang aku pikirkan? Dosa dan kematian. Dosa selalu hadir dan selalu bertambah dalam hidupku ini. Sedangkan kematian, aku sering bertanya-tanya, kapan kematian itu datang menghapiriku?.....

Pertanyaan-pertanyaan yang sangat rumit sekali dan sangat dekat sekali, kali berlalu dunia selalu melupakannya. Melupakan untuk memikirkannya. Kalau begini aku harus mencari sesuatu agar selalu ingat akan hal ini. Sudah lupakan sejenak.

Faktor orang lain itu hanya sedemikian persen saja bisa membuat diri menjadi semangat, diri sendirilah yang paling berperan untuk menyemangati diri sendiri. Ini lah yang aku alami dan aku rasakan. Saat semua menjadi kacau, berantakan, aku bergegas mencari tempat dan sesuatu agar semangat ini kembali  tenang, senang, damai dan bersahaja.

Lantas aku lari kemana? Benda mati yang didalamnya dapat membuka, membawa aku kedalam dunia luar sana, bahkan dapat menembus langit, bumi dalam alam akhirat. Dialah BUKU menjadi sahabat setiaku saat ini, dengan buku aku bisa berdamai dengan keadaan. Aku bisa mengenal siapa saja. Inilah jalanku untuk memberi semangat untuk diriku sendiri. Diriku yang selalu membawa kontroversi dimanapun aku berada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar