Jumat, 06 April 2012

Pancaran Matahari


Pancaran Matahari


Biarkan sebuah pagi kembali
Melewati gelapnya jalan ini
Mengendap dari dasar perigi
Dan saat pancaran matahari
Terlukis wajahmu dilangit
    Ku biarkan engkau lewat jalan ini
    Meniti bilah-bilah puisi
    Setipis ilalang, selunglai untaian jemari
    Untuk semata menandai
    Bahwa usiamu terpangkas
Hanya dengan himpunan puisi
Pesta itu dirayakan berulang kali
Hanya dengan pancaran cahaya matahari
Perempuan sepertimu percaya pada ujung hari
Sebuah senja itu nyaris abadi

21 : 28 PM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar