Sabtu, 12 Mei 2012

Perubahan dan Faktor-Faktor yang diperlukan untuk Melancarkan Proses Perubahan


Apa saja kah faktor-faktor yang harus ada sebagai katalis proses perubahan dalam suatu organisasi bisnis?

Yang pertama adalah MOTIVASI.
Motivasi memegang peranan yang penting dalam menjamin kelancaran suatu perubahan. Setiap organisasi bisnis yang memutuskan untuk berubah harus memiliki motivasi yang kuat untuk berubah. Tanpa motivasi yang kuat dapat dipastikan perubahan yang akan dilakukan bakal menghadapi tantangan yang oleh organisasi bisnis tersebut dirasakan sangat berat.

Tujuan yang besar hanya bisa dicapai dengan bermodalkan motivasi yang kuat. Semakin besar tujuan perubahan yang ingin dicapai, semakin besar pula modal motivasi yang harus disiapkan oleh organisasi bisnis tersebut.

Faktor kedua yang perlu ada sebagai katalis proses perubahan adalah TUJUAN.
Tujuan yang ingin dicapai dengan melaksanakan perubahan harus didefinisikan dengan jelas di awal. Tujuan yang terdefinisi dengan jelas akan membuat individu-individu di dalam organisasi bisnis tersebut merasa tenang dalam menjalankan perubahan yang diprogramkan.

Setelah tujuan perubahan yang ingin dicapai organisasi sudah terdefinisi dengan jelas, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi peran dan tujuan dari masing-masing individu dalam organisasi tersebut untuk kemudian menyelaraskan tujuan masing-masing individu dalam organisasi tersebut dengan tujuan organisasi secara keseluruhan.

Setelah motivasi dan tujuan, faktor penting yang ketiga adalah RENCANA.
Buat rencana perubahan yang akan dilakukan untuk memastikan tujuan yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Rencana ini sangat penting karena goal without a plan is just a wish.
Yang perlu diingat adalah kita harus menentukan time frame atau deadline dalam rencana yang kita buat terutama apabila yang kita buat merupakan rencana jangka panjang.

Tidak menjadi soal apabila setelah kita memiliki rencana ternyata pada saat pelaksanaan terjadi sesuatu yang melenceng dari rencana kita semula karena dengan memiliki rencana kita akan memiliki semacam acuan untuk selalu kembali ke track jika pada fase pelaksanaan perubahan sesuatu terjadi di luar rencana.
Faktor keempat yang perlu ada untuk menjamin kelancaran proses perubahan adalah TINDAKAN.

Faktor keempat ini lah yang akan menentukan berhasil tidaknya suatu perubahan karena sesuatu hanya akan terwujud karena adanya tindakan. Percuma saja kita sudah memiliki motivasi, tujuan, dan rencana yang sangat bagus jika tidak diwujudkan dalam suatu tindakan.

Ada dua hal yang penting yang selalu ada dalam tindakan yang powerful yaitu DISIPLIN dan FOKUS. Tidak ada suatu keberhasilan besar yang muncul tanpa disiplin dan fokus dalam action karena kalau kita menginginkan suatu hasil yang luar biasa maka kita harus menjalani suatu proses yang luar biasa.
Faktor terakhir dan terpenting yang diperlukan untuk mengkatalis proses perubahan adalah PENGETAHUAN.

Semua faktor yang telah disebutkan sebelumnya harus dilaksanakan dengan menggunakan pengetahuan. Motivasi dibangun dengan pengetahuan mengenai membangun motivasi, tujuan ditentukan dengan pengetahuan tentang menetapkan tujuan yang baik, rencana juga dibuat harus dengan pengetahuan mengenai metode perencanaan yang efektif, dan tindakan harus dilakukan dengan pengetahuan yang diperlukan untuk bertindak. Karena itu tidaklah berlebihan jika pengetahuan dikatakan sebagai faktor paling penting dalam mengkatalis perubahan organisasi.

Bahkan sebenarnya pengetahuan merupakan aset yang paling penting dan kritikal dalam suatu organisasi bisnis. Oleh sebab itu maka suatu organisasi yang memahami pentingnya pengetahuan tentu akan memelihara dan mengelola pengetahuan yang ada di organisasi tersebut dengan menerapkan knowledge management.

Lalu apa itu pengetahuan?
Pengetahuan adalah kemampuan untuk melaksanakan tindakan yang efektif.
Pengetahuan didapatkan melalui proses belajar yaitu suatu proses mengubah informasi menjadi pengetahuan. Oleh karena itu, kemampuan belajar merupakan kemampuan yang paling penting.

Organisasi yang tidak memiliki pengetahuan superior tapi memiliki kemampuan belajar yang lebih baik daripada organisasi yang memiliki pengetahuan superior pada akhirnya akan memiliki pengetahuan yang lebih superior.

Organisasi yang memiliki pengetahuan superior strategis dan memiliki kemampuan belajar yang juga superior akan dapat mempertahankan posisi dominannya dalam persaingan.

Organisasi pembelajar seperti di atas hanya mungkin terwujud jika setiap individu dalam organisasi tersebut merupakan individu pembelajar. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan perubahan menjadi organisasi pembelajar perlu dilakukan perubahan ditingkat individu dalam organisasi terlebih dahulu. Perubahan yang terjadi di tingkat individu merupakan perubahan kebiasaan atau habit, sedangkan perubahan di tingkat organisasi merupakan perubahan budaya.

Dengan memenuhi kelima faktor yang dibutuhkan dalam proses perubahan, maka perubahan akan lebih mudah dilaksanakan.

Sampai di sini dulu pembahasan dari saya mengenai faktor-faktor yang mempermudah proses perubahan, semoga dapat berguna bagi anda yang membacanya.

(sumber : http://budipriswanto.com/perubahan-dan-faktor-faktor-yang-diperlukan-untuk-melancarkan-proses-perubahan/)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar