Jumat, 04 Mei 2012

Seminar Proposal Skripsi : Pertarungan Mental Dan Pikiran


Oleh : Muhammad Elhami

Getaran ini masih terasa saat aku meninggalkan ruangan yang panas, sesak, dan panasnya pemikiran. Ruang 3 Fakultas Ekonomi menjadi saksi bagi semua mahasiswa jurusan Manajemen, dosen Manajemen, dan terlebih kaka-kaka yang akan bertarung untuk menyampaikan hasil study, hasil penelitiannya yakni Proposal Skripsi.

Seminar Proposal Skripsi merupakan awal dimana disini terjadi pemanasan pikiran, menjadi awal apakah penelitian kita menjadi layak atau tidak untuk dilanjutkan. Maka hadirnya seminar ini akan diketahui sampai dimana hasil dan pemahaman mahasiswa terhadap penelitian yang dia lakukan terlebih yang sudah dekat angkat kaki dari fakultas ini.

Sepertinya ini Seminar Proposal yang kedua kali aku ikuti, setelah beberapa waktu lama dulu mengikuti Seminar Proposal angkatan 2007. Sebenarnya aku baru ingat pagi-pagi setelah aku ingin bersantai disekre JK untuk merapikan, mengerjakan tugas-tugas kepala yang selalu menumpuk. Tapi aku putuskan saja aku memilih ikut seminar ini. Yaa mau tau apa yang terjadi diseminar ini.

Awal masuk ruang 3, hawa panas sudah mulai terasa, aku mengambil tempat duduk didepan bari ketiga, “Eh dink ini bangku untuk dosen,” Kata kaka yang duduk dibelakangku. Aku langsung saja mencari kursi, waah ternyata sudah penuh yang didepan, aku memilih yang dibelakang saja, kebetulan masih ada yang kosong. Termin 1 kaka-kaka yang persentase kebanyakan dari konsentrasi Keuangan, hanya 1 orang saja yang Konsentrasi SDM. Apa yang aku perhatikan dengan kondisi seperti ini? Setiap orang yag ada didalam kelas ini sudah pasti berbeda dari sudut pandang. Aku lebih memperhatikan bagaimana cara kaka-kaka yang didepan berbicara dan cara menyampaikan. Sekilas semua kurang lebih sama membaca, membaca, dan membaca saja. Yaa inilah adalah penyakit mahasiswa yang sudah sangat lazim didunia perkuliahan. Menyampaikan didepan orang banyak bukan perkara hal yang mudah. Akhirnya yang terjadi adalah kemalasan mahasiswa begitupun dosen tidak terlalu memperhatikan.
Ditermin II ternyata sama saja, hanya 1 orang yang menyajikan dengan cara berdiri. Lantas dengan mereka yang duduk bagaimana? Tidak ada yang salah kok. Namun ini adalah panggung spektakuler, ini adalah panggung akbar, ini adalah panggung megah anggaplah seperti itu. Panggung inilah pertarungan kita dengan mental dan pikiran. Mengapa? Kita bertarung dengan diri kita sendiri untuk melawan mental takut, gugup, ditertawakan, peluh, getar dan pucat didepan orang banyak yang notabennya mahasiswa dan dosen. Kemudian pikiran, kita melawan pikiran dosen dengan argument yang kita punya. Tak segampang yang dibayangkan kita merasa seperti dibantai, dihantam, dan diterkam oleh penanya-penanya apalagi dosen. Jadi gunakan lah panggung ini sebaik mungkin, jangan dibikin biasa-biasa saja.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya duduk didepan itu. Aku berdiri dan bertanya saja getaran tubuh ini tak bisa disembunyikan. Wooow hebat sekali getaran itu. Seluruh tubuhku terasa disengat semut. Apakah seperti ini nanti rasanya? Paling tidak aku sudah tau kondisi ini.

Ini pengalaman yang sangat menarik, aku sadar aku juga akan merasakan hal sama nati. Aku hanya belajar. Semua hebat, semua berani. Jadilah pemenang paling tidak kita harus lebih maju selangkah dari orang lain.
Masukan yang aku berikan kepada kaka-kaka yang skripsi hanyalah hal yang remeh-temeh, sampaikanlah dengan cara yang berbeda dan lakukanlah perubahan maka kita akan maju, maju menjadi pemenang bagi diri kita sendiri.

Ckckck....getaran gugupku masih terasa sampai tulisan ini aku akhiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar