Rabu, 14 Agustus 2013

“Perubahan” ??...Tak Usah Takut




Oleh : Muhammad Elhami
Mendengar kata perubahan, apa yang terpikirkan oleh otak kita?, apa reaksi yang kita timbulkan?. Banyak, bisa takut, biasa-biasa saja, cuek, atau malah antusias. Ya yang namanya perubahan pasti akan menimbulkan dampak terhadap yang menerima dan yang melakukannya. Perubahan ini memiliki ruang lingkup yang luas, mulai dari perubahan diri, lingkungan, bahkan organisasi hingga perusahaan sampai dengan dunia.

Ada satu kata-kata yang menarik yang pernah saya baca, dan saya mem-parafrasekan-nya begini “Bagi mereka yang siap dengan perubahan maka dia akan senang, antusias dan menganggapnya sebagai tantangan baru untuk mengembangkan diri dan berbuat lebih lebih baik. Sedangkan bagi mereka yang tidak siap bisa terjadi resistensi (penolakan) terhadap perubahan itu hingga membuat dia gelabakan dan menjadi sebuah momok yang menakutkan.

Dalam perjalanan hidup ini tidak ada mereka yang tidak melakukan perubahan, kita lihat saja diri kita sendiri. Lho kok kita sudah besar yaa, lho kok kita sudah dewasa yaa, dan lho kok berbagai lainnya yang masih banyak dan tidak bisa kita sebutkan satu per satu. Intinya kita mengalami perubahan. Mau tidak mau itulah siklus kehidupan dunia ini.

Nah, bagaimana dengan perubahan yang terjadi di Organisasi misalnya. Apakah sama dengan perubahan yang ada pada diri kita? Saya rasa sih sama, namun konteks dan ranahnya saja yang berbeda.

Organisasi, apabila kita sudah merasa nyaman berada didalamnya, dan itu sudah menjadi sebuah budaya. Maka apabila ingin dirubah akan banyak mengalami resistensi dari anggota itu sendiri, tak ayal bisa mengundang konflik. Biasanya budaya dalam organisasi ini turun temurun dipelihara dan dijaga agar tidak terjadi perubahan

Seorang ahli pernah mengatakan bahwa orang, organisasi atau siapapun yang ingin mengalami kemajuan adalah dengan melakukan perubahan dan perubahan itu yang menjadikannya kreatif, inovatif dan berbeda dari yang lain. Yaa perubahan dan perbedaan adalah kunci sebuah kemajuan. Apabila organisasi melakukan perubahan entah itu program kerja (proker), struktur atau mutasi anggota dan lain sebagainya asalkan tetap berpegang teguh pada visi, misi, dan tugas yang telah disepakati bersama maka kemajuan dapat kita lihat.

Perubahan tidak menjanjikan sebuah kebaikan atau kemajuan, tetapi orang tidak akan mengalami kebaikan atau kemajuan tanpa perubahan. Dengan adanya perubahan suasana baru, pengembangan diri dan organisasi akan semakin terlihat jelas. Karena disinilah salah satu letak pimpinan dan pengurus bagaimana menjalankan perubahan itu sendiri.

Memang, melakukan perubahan tidak bisa dilakukan dengan secepat membalikkan telapak tangan. Perubahan perlu kawalan, bimbingan dan pemahaman yang countinue bagi mereka yang akan melakukan perubahan. Sudah pasti perencanaan yang matang harus dilakukan demi mencapai perubahan yang akan kita inginkan.

Kesadaran semua lini juga sangat diperlukan, karena dengan perencanaan yang matang saja tidak cukup tanpa ada dukungan dari semua lini didalam organisasi. Nah kalau kita tahu makna dan buat apa melakukan perubahan, jadi aman-aman saja kan? Tidak usah takut dan tak usah galau.

Perubahan ke arah yang lebih baik, kenapa tidak..!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar