Senin, 12 Agustus 2013

Perempuan




Makhluk yang paling mengasyikkan itu menurutku adalah perempuan. Liat saja perempuan itu unik, dia selalu ingin tampil perfeck di setiap moment, namun hingga saat ini aku masih belum bisa memahami dari seorang perempuan, apa yang sebenarnya ia inginkan dalam kontek hidup ini.

Aku mulai memaknai seorang perempuan bisa jadi berbeda dengan laki-laki lainnya kebanyakan. Perempuan bagiku adalah inspirasi tak terbatas, bersama perempuan kita bisa menuliskan tentang apapun dalam segala hal. 

Tanpa perempuan hari-hari tak akan berarti apa-apa. Hampa. Lihatlah perempuan yang ada disekitarku, mereka sungguh cantik-cantik sekali, ya mereka cantik karena mereka adalah ciptaan Tuhan sebagai maha karyanya yang luar biasa.

Tapi dalam agama cantik itu hanya berlaku dalam hati. Hatinya. Namun secara kasat mata kita juga tak munafik bahwa makhluk Tuhan yang satu ini sungguh cantik.

Aku kadang bertanya-tanya bagaimana mendapatkan seorang perempuan. Ini juga yang menjadi dilema bagi seorang perempuan dan begitu juga sebaliknya laki-laki. Seakan-akan kita terjebak dalam situasi dilema lalu sibuk memikirkan siapakah yang mesti kita miliki. Jodoh.

Menggalaukan jodoh aku kira sah-sah saja, tapi ada orang yang bilang jodoh itu takkan kemana-mana. Aku juga tak begitu percaya dengan hal itu, lalu apakah jodoh itu hakekatnya harus kita cari.

Terlepas dari semua itu bukankan Tuhan sudah mengatur semuanya, jadi kita hanya menjalaninya saja lagi. Yakin bahwa jodoh kita itu sudah ada, cinta kita sudah ada di tempatnya, hanya saja kita menunggu waktu.

Kemudian lihatlah perempuan itu sungguh anggun sekali, aku menyukainya. Tuhan memang luar biasa menciptakan perempuan. Ingin sekali bisa berteman, berbicara dengannya tentang hal apapun. Tapi aku masih belum bisa mengerti mengapa laki-laki dan perempuan itu bisa bersatu dalam waktu yang lama.

Hingga saat ini aku masih belum mencintai seorang perempuan, aku hanya sebatas menyukainya, ya aku hanya menyukainya. Sejak kapan mencintai itu hadir. Membuatku tak pernah peduli, bahkan cuek sama sekali.

Hingga saatnya aku mampu memperhatikannya. Dan pergi begitu saja saat perempuan itu pergi meninggalkan tempat ini. Kemudian kembali seperti biasa. Tak ada apa-apa, ternyata perempuan itu hanya melintas sementara dihadapanku. Eh mau kemana kamu. Dia pergi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar