Jumat, 01 Juni 2012

OLEH-OLEH PASCA KONGRES NASIONAL PPMI XI


Muhammad Elhami : Delegasi Kongres Nasional PPMI XI

“kita tak akan tau isi tulisan ini apabila kita tidak membacanya sampai habis dan kita tak tau dunia luar kalau kita hanya berkutat disini, maka keluarlah”

Salam pers mahasiswa...

Untuk yang kedua kalinya setelah sekian lama pengurus LPM Jurnal Kampus tak lagi pernah mewakili kegiatan diluar daerah akhirnya tanggal 20 Mei kemarin sampai dengan tanggal 29 Mei kembali keluar untuk menghadiri Kongres Nasional Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang ke-11.
Sebanyak 3 orang cukup untuk datang ke acara ini karena uang pas-pas-san. Momentum ini sayang untuk tidak berbagi. Titipan salam banyak mengalir dari berbagai LPM se-Indonesia untuk LPM Jurnal Kampus. Baik kawan kita mendapat salam hangat dari LPM se IAIN Sunan Ampel Surabaya, LPM Dimensi Mataram, LPM Acta Surya Stikosa, LPM Pena Kampus, LPM Inovasi Manado, LPM D’journal Jogjakarta dan lain-lain. Kembali kita ucapkan salam hangat dan salam pers mahasiswa untuk mereka.
Banyak pengalaman yang tak sekedar pengalaman untuk dibagikan bersama kawan-kawan pengurus LPM Jurnal Kampus. Sekedar refleksi dan pengetahuan seperti apa Pers Mahasiswa yang ada diluar daerah kita. Dibandingkan dengan LPM kita saya tidak mengatakan ketinggalan namun ada yang berbeda dari kita, ada sebuah kelaianan dan ketertinggalan yang saya rasakan saat berbicaar, berdiskusi dan membaca majalah mereka.

Bagaimana mereka menjadi Pers Mahasiswa :

-    Mereka Hanya Bergelut Dengan Penerbitan Dan Pelatihan ; hanya 2 itu kawan iya hanya itu, kawan-kawan disana hanya sibuk berdiskusi untuk menerbitkan media mereka dan memberikan pelatihan tingkat dasar dan tingkat lanjut. Kawan-kawan bisa saja membandingkan dengan kita. Atmosfer pers disana sangat kental sekali. Coba bayangkan kalau kita tidak menerbitkan media waaah bisa malu kita kesana hehe. mana majalah kaliah, mau jawab apa. Nah majalah yang kita cetak kemarin sangat berperan sekali disana. Kita pajang dan bersanding dengan majalah Lpm Se-Indonesia yang jumlahnya itu 300an lebih, namun yang hadir pada saat Kongres kemarin hanya 80an LPM ditambah dengan buletin kita waah itu tulisan kita-kita dibaca meraka, difoto.

-    Berapa Sih Jumlah Anggota Mereka ? ; waaah kalau mereka ditanya ini kalah kawan dengan LPM kita. Aku bilang aja pengurus kami sekita 50an. Mereka terkejut seperti menganggap kita hebat. Tapi aku lanjutkan hanya seperunya yang aktif kataku hhe ohhhh.
Mereka hanya 10-15 orang saja anak-anak di LPM mereka. Yang jadi pertanyaan kok mereka mampu menerbitkan media yang luar biasa isinya kalau dibandingin dengan majalah kita waaah rasa-rasanya jauh deh, belum lagi isi.
Kawan-kawan orang banyak bukan berarti baik tanpa kebersamaaan, tanpa tanggungjawab, tanpa rasa memiliki, tanpa ada kemauan. Sebaliknya lebih baik 10-15 orang dalam pengurus tapi solid, kebersamaan, bertanggungjawab dalam menjalankan fungsi Pers Mahasiswa. Saya rasa kita lebih beruntung kawan, namun itu saja yang masih kurang. Mari kita tingkatkan kesolidan kita dalam berpersma.

-    Mereka Kesulitan Dana ; kalau kita yaah standar lah, dana bisa saja didapatkan namun masih kurang untuk mencukupi penerbitan, namun ini bukan persoalan yang tak terlalu mereka perhatikan, bagaimanapun mereka harus tetap terbit dengan alternatif mading, buletin.

-    Isi Tulisan : emm..boleh dibilang masih jauh sih dengan kita, tapi kita selalu belajar dan belajar. Yaa dari segi isi kita jauh ketinggalan. Pemahaman yang selama ini kita pahami hanyalah Pers Mahasiswa itu hanya sekedar mengabarkan dan memberitahukan yaa sampai disana selesai. Namun ada yang lebih dari itu kawan bahwa Pers Mahasiswa itu adalah Pers Alternatif apa itu? Pers yang tidak mengharapkan imbalan dan bisnis, tidak berpihak kemanapun atau tidak ditunggangi oleh mereka-mereka yang kapitalis. Pers Mahasiswa itu berjuang untuk mengawal masalah hingga selesai dan itu berpihak pada sebuah kebenaran yang seharusnya. Itulah kawan persma yang kita belum pahami. Bergabung di PPMI adalah sebuah alternatif bagaimana untuk mengenal persma itu lebih jauh. Persma untuk mereka yang tertindas dan di ambil hak-haknya. Wuiih berat nih.

-    Budaya Persma : saya bertanya dalam pikiran sesaat. Mereka itu ngapaen yaa melingkar dan kumpul-kumpul waktu lagi acara Persma Fair. Sudah tau kan? Berdiskusi nah itulah salah satu budaya mereka dalam berpersma. Diskusi akan jalan apabila diikuti dengan membaca, saya rasa mereka lebih banyak sekali membaca. Lihat saja majalah mereka yang kami bawa dan dibagi oleh meraka saat kongres itu. Tulisan kita masih dibawah mereka.
Bukan untuk meyamai kawan paling tidak kita bisa mengamalkan dan menjalankan dalam organisasi yang kita cintai ini, berlebihan hehe.,\ yaa begitulah bagiku.
Yang terpenting kita berjalan dan melakukannya.
Tanpa kalian rasanya hambar, tanpa melakukan rasanya sia-sia. 
“aku, kamu dan kita adalah di  jurnal kampus” berlebihan 
Banjarmasin 29-mei-2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar