Kamis, 22 November 2012

Life Is Choice dan Habits


Seharusnya aku datang dari awal untuk mengikuti acara ini, acara yang bernamakan How To Master Your Habits yang diselengarakan oleh Bright Event Organizer mulai jam 8, karena aku mengalami sedikit kendala dalam hal tranformasi, jadi aku menunggu teman untuk ikut nebeng ke tempat menuju auditorium RRI. Berbekal niat semoga aktivitas hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Sudah lama aku tak pernah ikut seminar-seminar tentang motivasi diri seperti yang terjadi hari ini. Boleh jadi ini seminar permata setelah sekian lama vakum. Selama aku lebih banyak menggali motivasi lewat buku-buku yang aku baca. Seperti biasa aura saat pertama aku masuk ruangan adalah sungguh dipenuhi oleh peserta yang penuh antusias dan semangat yang tinggi.

Aku mengambil posisi yang strategis yaitu ditengah-tengah. Hari ini selain menunaikan tugas mata kuliah SDM, sedkit banyak training ini akan memberikan efek positif buat diriku sendiri. Aku akan mencoba menghubungkan materi yang aku dapatkan hari ini dengan konsentrasi yang aku minati sekarang ini yakni Sumber Daya Manusia.

Tak pernah bosan kalau aku mengatakan bahwa manusia adalah harta dan aset perusahaan yang paling berharga sepanjang perjalanannya. Maka dalam hal ini perusahaan atau organisasi wajib menjaga, melatih dan mengembangkan karyawan demi kemajuan perusahaan atau organisasi tersebut.

Berbicara masalah anggota, karyawan atau lebih halusnya adalah insan didalam sebuah organisasi atau perusahaan tak pernah lepas yang namanya skill (kemampuan) yang dimilik oleh masing-masing manusia.

Hari ini Ustad Felix Y. Siuaw akan banyak mengupas tentang skill didalam manusia untuk mencapai tujuan yang dinginkan, tentu tujuan ke hal-hal fositif. Walaupun aku sedikit terlambat, tapi aku bisa menyimpulkan pembicaraan di sesi pertama yang beliau sampaikan. Kunci dari sesi pertama ini adalah “Life Is Choice” yaa hidup itu adalah pilihan dan pilihan itu tidak bisa diambil keduanya. Kita mau menjadi manusia biasa atau manusia istimewwa.

Manusia untuk menjadi istimewa tidak memerlukan yang namanya skill. Tetapi memerlukan habits yang fositif didalam hidup. Karena habits itulah yang akan menjadikan kita saat ini. Hari ini adalah cerminan masa lalu, masa depan adalah cerminan masa sekarang.

Perusahaan juga harus memiliki pilihan dalam menjalankan aktivitasnya dibantu dengan sumber daya manusia. Cerminan perusahaan ada pada SDM-nya. Maka oleh karena itu karyawan harus dibina dan ditraining sebaik-baik mungkin agar tetap loyal dan bertahan di perusahaannya.

Seberapa penting motivasi bagi seorang SDM disebuah perusahaan atau organisasi? Jawabnya adalah penting namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana perusahaan mampu memberikan fasilitas untuk menciptakan habist kepada SDM-nya.

Apabila habist sudah menjadi didalam diri seorang manusia maka ia akan menjadi cultur yang merupakn ciri khas bagi perusahaan atau organisasi.

Nah kemudian disesi kedua adalah inti dari acara hari ini yakni Habits. Seperti yang sudah disinggung diatas habist adalah kebiasaan-kebiasaan yang selalu diulang oleh manusia sehingga menjadikannya  otomatis tanpa berpikir lagi untuk melakukannnya. “habist” kata kunci disesi kedua.

Manusia kalau sudah menentukan pilihannya maka ia harus menjadikan habist dalam kehidupannya. Lalu timbul sebuah pertanyaan selama ini skill yang dimiliki manusia apakah dihasilkan dari warisan atau dibentuk?, penelitian beberapa tahun membuktikan bahwa yang namanya skill itu adalah dibentuk dengan banyak-banyak berlatih.

Oleh sebab itu bagi karyawan atau anggota diddalam sebuah perusahaan atau organisasi minimnya skill tidak menjadi persoalan. Itulah proses. Latih terus skill itu maka akan lahir skill yang sesungguhnya dan yang kita inginkan.

Jadi saat ini perusahaan dan organisasi dituntut untuk mendukung sepenuhnya dan memberikan fasilitas kepada karyawannya untuk menumbuhkan kembangkan habist. Sehingga akan menunjang perusahaan dan organisasinya.

Sementara itu habist yang dimiliki oleh pembicara tadi, adalah “Life Is Choice” dan “Paham Ga Maksud Saya” hehe. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar