Senin, 10 Desember 2012

Berjalan Seperti Awan



Waktu benar-benar tidak berasa, tidak berbau pula, waktu juga sering diabaikan entah karena tidak dikenal atau memang malas untuk mengenalnya sehingga waktu itu berlalu seperti berlalunya awan. Semua manusia merasakannya, apalagi aku. Waktu 3 tahun benar-benar cepat, buktinya sekarang aku mengakuinya dan harus aku akui. Kurang lebih selama setahunan lagi tugas amanah orang tua akan aku selesaikan – kuliah -- semoga...

Kuliahku sudah mencapai titik akhir yaitu skripsi, yaa skripisi sudah menghadang didepan sana, bahkan sudah tercium baunya. Berbagai ritual macamnya sudah mulai aku lakukan untuk menyambutnya kemudian mengajaknya berteman selama beberapa waktu yang telah ditentukan, berharap bisa mnejadi sahabat, kalau perlu sahabat sejati.

Sedangkan Wajah orang tua selalu saja membayangi, pasti mereka sangat senang mendengar anaknya yang satu-satunya ini sudah mulai mangakhiri kuliahnya. Yang terlintas adalah sebuah pekerjaan yang akan menggantikan posisi orang tua sebagai pengemban finansial selama ini, meski tidak akan terbayar. Yaa seyogiyanya orang yang lulus kuliah bukan berarti berakhir, malah tantangan terbaru akan menghadang kembali, yaitu tantangan yang sesungguhnya—pembuktian.

Disisi lain, Waktuku tinggal hitungan hari lagi akan melepas jabatan yang selama ini aku emban selama setahun dan telah mengaktifkan diri selama 3 tahun lebih di organisasi ini, yakni organisasi lpm jurnal kampus yang telah banyak menyuapiku secara lembut maupun secara paksa tentang rasa emosi, senang, sabar, asam, manis dan bahkan pahitnya selama berada didalamnya. Aku rasa cukup, tapi semua itu belumlah cukup untuk bekal selanjutnya. Syukuri apa yang telah aku dapatkan selama ini akan lebih baik.

Ada niat dan kemauan pasti ada jalan. Tuhan yang maha tahu segala rencana. Aku sudah merancang sehabis aku melepas jabatan ini aku tetap harus melakukan sesuatu untuk mengisi kekosonan waktu, diantara yang menjadi prioritas utama ku adalah kuliah, planning skripsi, skripsi itu sendiri, mencoba mencari pekerjaan. Ada tiga sasaran ku ingin bekerja pertama seperti tawaran yang disampaikan teman bahwa ada info mengenai magang  dikoran terbesar dikalimantan selatan itu banjarmasin post, jujur selama aku berada di jurnal kampus, aku pernah berniat dan memimpikan untuk bisa bekerja disana, aku rasa ini tawaran tuhan. Aku akan mengikutinya, aku ingin lebih banyak belajar lagi tentang dunia jurnalistik yang sebenarnya.

Kedua aku juga berniat untuk bergabung di redaksi banjar magz, media kreatif ini salah satu pilihan untuk tetap bisa mengembangkan bakat jurnalistik ini. Ketiga tertarik untuk mengabdikan diri disalah satu yayasan anak bangsa, mengajar untuk memanfaatkan waktu, sepertinya akan menyenangkan.

Yang jelas setelah lepas jabatan ini pikiranku akan mulai beralih, selama ini aku selalu menguras tenaga dan pikiran bahkan finansial untuk memberikan komitmen terhadap organisai yang aku cintai ini, aku tetap berjanji untuk tetap ada di organisasi ini, namun fungsi ku sudah berbeda. Aku tetap nmengayuminya. Walaupun aku merasa ragu-ragu untuk melepasnya, karena melihat kondisi pengurus yang begitu labil, sehingga diperlukan seorang pengganti yang benar-benar mampu bersabar dalam menghadapinya. Yaa aku harus mempercayai kata-kata ini, beda zaman beda pemimpin. JK tetap ada dibagian hidup ini. Aku mencintainya seperti aku mencintai pekerjaanku.

****

Kapasitas yang aku punya saat ini tidak begitu mewah, tapi bagiku sangatlah mahal, kapasitas sabar, komitmen, kemauan yang kuat mutlak harus aku miliki untuk bisa bertahan, ditunjang dengan kapasitas benda tua pemberian ka fandi sepeda motor yang selalu membawa aku kemana-mana, walaupun sudah mati tetap saja bisa berjalan dengan leluasa hanya pada malam hari, sedangkan siang hari mikir tiga kali untuk mau jalan. Yah sedikit banyak keberadaan kendaraan ini sangatlah membantu dan aku benar-benar membutuhkannya.

Finansialpun hanya pas-pasan, sudah saatnya mulai mencari penghasilan untuk tetap bertahan hidup dibanua orang. Aku rela dengan semua apa yang terjadi dalam diriku ini. Bagiku mengeluh bukanlah menyelesaikan masalah. Menjalani apa yang belum terjadi akan lebih baik. Dan hal yang terberat yang selama ini aku lakukan dan berusaha bertahan adalah bagaimana aku tetap istiqamah dalam mengendalikan sebuah keadaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar