Kamis, 20 Desember 2012

Selamatkan Bumi Dari Kehancuran


   Oleh : Muhammad Elhami   

Permasalahan lingkungan yang dihadapi sekarang ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang terus-menerus sehingga menyebabkan lingkungan kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi maka pada akhirnya akan berdampak pada terganggunya siklus dan kesejahteraan hidup manusia.

Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksplorasi Sumber Daya Alam yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkunangan ini lambat laun akan menggangu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam yang terganggu.

Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berkaitan erat. Keterkaitan antar masalah yang satu dengan masalah lainnya disebabkan oleh faktor yang merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor punya pengaruh yang berbeda dan interaksi antara berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan pun bersifat kumulatif (Soedradjad ; 1999). Masalah lingkungan yang saling berkaitan erat antara lain adalah populasi manusia yang saat ini semakin berlebihan, populasi, penurunan jumlah sumber daya, kemudian perubahan lingkungan global.

Kebanyakan permasalahan lingkungan sekarang ini adalah disebabkan oleh kegiatan sosial ekonomi manusia dan memburuknya lingkungan akibat oleh kegiatan manusia sehingga berpengaruh terhadap bumi secara keseluruhan sekarang saat sekarang ini dan masa yang akan datang. Peningkatan emisi CO2 yang menyertai konsumen bahan bakar fosil dan pemanasan global berakibat buruk terhadap lingkungan.

Contohnya pemanasan global adalah yang paling berat di antara masalah lingkungan yang menyebabkan suhu, perubahan iklim, meningkatnya permukaan air laut, perubahan ekologi yang memberika pengaruh besar pada eksistensi manusia dibumi. Selain itu juga masalah kerusakan lapisan ozon, hujam asam, oksidan, fotokimia, dan lain sebagainya mengundang pengaruh pada kesehatan dan lingkungan, tak hanya udara yang menjadi korban, namun juga masalah lingkungan air dan tanah yang berada dalam kondisi yang tak dapat diabaikan.
Kondisi Rill

Melihat kondisi sekarang masalah lingkungan begitu komplek, dari berbagai lini kehidupan mulai dari tahan, udara, air dan lain sebagainya yang merupakan kebutuhan khalayak ramai telah terkontaminasi oleh dampak akibat kerusakan lingkungan. Sedikit banyak akan menimbulkan berbagai bencana-bencana yang telah banyak kita temui dan saksikan saat ini.

Lingkungan berarti keadaan atau kondisi yang dekat dan nampak sekali mengelilingi sekitar kita. Bumi adalah rumah kita yang memberikan semua hal penting yang dibutuhkan manusia untuk hidup. Untuk kelangsungan hidup kita di lingkungan, kita harus melestarikan biosfer yang sehat dengan semua sistem ekologi, semua tumbuhan dan hewan, tanah yang subur, air yang murni, dan udara yang bersih.

Sekarang ini keindahan alam bumi ini sedikit demi sedikit mulai hilang, sebagai orang orang diseluruh dunia menghancurkan keindahan oleh ekploitasi sumber daya secara maksimum. Tingkat kerusakan lingkungan hidup sangat tinggi dibandingkan dibandingkan dengan tahun-tahun terakhir.

1.    Kerusakan Hutan
Masalah utama lingkungan adalah kerusakan hutan. Kalimantan merupakan salah satu jantung bumi karena kaya dengan hutan-hutannya kini telah menipis karena olah manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab. Selain itu kerusakan hutan juga diperparah dengan adanya ilegal logging dan perambahan hutan yang bertujuan untuk keperluan perkebunan seperti kelapa sawit, karet dan lain-lain.

Belum puas hutan juga dibakar hidup-hidup demi kepentingan sehingga mengakibatkan tebalnya asap di udara yang dapat menimbulkan polusi udara. Ini diperparah dengan kondisi alam yaitu musim kemarau. Ini juga disebabkan adanya peningkatan kegiatan pertanian seperti perkebunan, perladangan, pemukiman, transmigrasi dan lain-lain.

Dampak negatif dari kerusakan hutan ini antara lain penurunan keanekaragaman hayati (sekosistem, speasis, dan genetik), habitat rusak, terganggunya keseimbangan biologis (flora, fauna, mikroba), gangguan udara, erosi, banjar, longsor, ganguan metabolisme tannaman dan perubahan iklim.

Sebab lain dari kerusakan hutan adalah persepsi masyarakat bahwa hutan masih terbatas hanya untuk kepentingan ekonomi, adanya konflik yang berkepentingan, laju kerusakan hutan tidak sebanding dengan upaya perlidungan, masih luasnya lahan kritis karena pengelolaan lahan secara tradisional berpindah, belum optimalnya penegakan hukum dan percepatan penyelesaian pelanggaran/kejahatan dibidang kehutanan.

2.    Penurunan Keanekaragaman Hayati
Sebagai akibat kerusakan hutan, pembukaan lahan yang semakin menjadi-jadi, dan praktik pengolahan lahan yang kurang memperhatikan ekologi membuat keanekaragaman hayati menurun. Kegiatan pembukaan lahan yang kurang ramah lingkungan seperti halnya disemprot dengan bahan-bahan kimia dapat menyebabkan telor-telor dan fauna lainnya tidak berkembang.

3.    Kualitas Air
Pengelolaan air di PDAM saat ini memerlukan cukup banyak tawas yang berguna sebagai pengikat partikel lumpur. Kadar zat padat tersuspensi dan nulai keruhan yang tinggi disebabkan oleh aktivitas lain di hulu sungai. Air yang digunakan digunakan juga banyak terindikasi oleh pencemaran batubara. Tak ketinggalan air sumur sudah banyak mengandung ecoli yang sangat tinggi. Kerusakan hutan juga dapat menurunkan mutu air sebagai akibat peningkatan zat pada terlarut, zat padat tersuspensi serta keruhannya.

4.    Pengaruh Indutri
Saat ini semakin marak proyek industri dikota ataupun didesa-desa yang memiliki laha luas. Oleh karenanya perencanaan industri harus memperhatikan aspek lingkungan. Aktivitas industri yang paling besar adalah penambangan batubara dan industri pertanian (perkebunan). Penambangan batubara sangat besar mempengaruhi mutu air, demikian juga dengan aktivitas perkebunan dapat menjadikan peningkatan senyawa organik pada air sehingga ini akan mempengaruhi pH air dan tanah.

5.    Persampahan
Hingga saat ini sampah semakin menumpuk, sampah yang merupakan bahan yang terbuang atau dibuang yang bersumber dari aktifitas manusia maupun alam masih minim nilai ekonomis. Sampah juga merupakan masalah serius bagi pemerintah. apabila tidak dikelola maka sampah akan berdampak pada lingkungan.

Ini diperkuat dengan seringnya terjadi pencurian tempat-tempat sampah, TPS yang kurang, pengangkutan sampah dari TPS ke TPA kurang intensif, kesadaran masyarakat masih rendah.

6.    Pemanasan global
Peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi hingga saat ini mengalami peningkatan, sejak akhir abad 18 suhu rata-rata global bumi telah meningkat sekita 0,4 – 0,8 derajat celcius. Para ilmuan memperhitungkan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat 1,4 – 5,8 derajat celsius pada tahun 2100.

Dampak pemansan global ini sangat mengkhawatirkan kehidupan manusia dan ekosistem alam, mereka tidak akan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim yang sangat cepat sehingga menumbulkan kerusakan.

Solusi
Berbagai masalah lingkungan sekarang sudah menggeluti bumi kita ini. Sebagai globalisasi terus-menerus dan proses alam yang berubah-rubah menimbulkan masalah lokal sehingga menjadi isu-isu global. Beberapa permasalahan yang sekarang ini mempengaruhi dunia adalah hujan asam, polusi udara, pemanasan global, limbah berbahaya, penipisan ozon, asap, polusi air dan lain disebabkan oleh racun yang mengapung di udara yang berasal dari cerobong asap dan penggunanaan yang berlebihan minyak-pembakaran kendaraan.

Polusi lingkungan berefek terhadap kehidupan manusia. Satu dari lima orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena faktor yang berkaitan dengan efek pencemaran lingkungan. Namun masalah yang paling berbahaya dari pencemaran lingkungan terhadap kehidupan manusia adalah efek rumah kaca/pemanasan global. Kebanyakan masalah lingkungan yang terjadi dengan penyalahgunaan daur ulang energi dan konservasi yang pada gilirannya menyebabkan masalah yag lebih serius.

Solusi untuk permasalahan lingkungan bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi lebih dari sumber daya alam dan emisi karbon ke atmosfer dari kendaraan. Cobalah untuk mengendalikan proyek-proyek pembangunan industri yang menyebabkan polusi air dan juga untuk kegiatan yang katalis pemanasan global dan pengundulan hutan iklim. Kurangi kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran air, udara, hutan dan tanah.

Selain itu permasalahan sampah dapat diminimalisir dengan menggunakan metode daur ulang, dengan ini kita akan dapat mengurangi ketegangan lingkungan. Perangkat elektronik seperti komputer, ponsel dapat didaur ulang. Buat kompos limbah tanaman untuk meminimalkan limbah dan output karbondioksda dapat menciptakan pupuk organik yang sehat. Mendaur ulang bahan yang digunakan dengan tekhnologi yang tersedia untuk mengurangi deforestasi. Hal ini pada gilirannya dapat menyelamatkan pohon.

Keberlanjutan lingkungan berarti “Memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka” jadi untuk sekarang ini kita sebagai penghuni bumi harus menjaga, memfasilitasi pembaharuan sumber daya yang terbarukan, menjaga dan melestarikan lingkungan. Kita harus ingat bahwa Allah telah mempercayakan kepada kita agar lingkungan digunakan secara bertanggungjawab. Kekuasaan kita atas alam dan makhluk hidup lainnya tidak berarti pengelolaan didominiasi dan eksplorasi atau menggunakan tanpa memperhatikan kapasitas merawat bumi untuk mereproduksi dan merehabilitasi.

“Mari kita selamatkan bumi dari kehancuran”



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar