Rabu, 19 Desember 2012

KEGELISAHAN SKRIPSI


Tak seperti biasanya aku bangun tengah malam seperti ini, malam seperti tiga yang sering orang katakan, bukannya untuk beribadah, nyaris aku tak pernah lagi untuk beribadah seperti shalat tahajjut, tapi kali ini barangkali aku ingin mencoba membiasakan diri untuk bisa bangun jam-jam seperti ini, siapa tau ibadah tahajjud bisa aku laksanakan. Memang benar-benar tenang untuk mengerjakan sesuatu terutama untuk berfikir dan menuliskan sesuatu dalam keadaan seperti ini.
Yang aku pikirkan...

Beberapa hari belakangan ini aku selalu dibuat gelisah oleh tugas akhir kuliah yang menjadi momok dan menjadi dilematis bagi seorang mahasiswa lazimnya. Skripis, ya skripsi sudah mulai membayangi kepala dan pikiran ini, padahal keberadaannnya belumlah ada alias belum nampak, namun baunya itu memaksa aku untuk memikirkannya.

Mau tidak mau aku sudah mulai menyiapkan ritual untuk menyambutnya, jujur aku akan mengantisipasi apa yang akan menjadi permasalahannya, aku tidak akan tau ia datang sebagai sahabat, sebagai musuh, ataukah sebagai teman biasa. Tapi aku berharap ia datang akan banyak membawa dan memberikan pelajaran berharga yang belum pernah aku dapatkan selama ini.

Berbagai sharingpun aku lakukan dengan dosen dan temen-teman yang sedang maupun yang sudah mengambil skripsi untuk mengetahui karakterisitik skripisi itu seperti apa. Ada yang bilang susahnya dipembimbing skripsi, membuat latarbelakang masalah, di objek penelitian, dan seabrek kesulitan lainnya. Mereka bercerita, aku selalu membayangkan dan berfikir tentu aku juga akan mengalami hal seperti itu. Maka aku disaranakan harus menyiapkan mental kuat-kuat untuk menghadapi semuanya itu.
Dari berbagai sharing yang banyak aku lakukan, aku berhasil menyimpulkan beberapa ritual atau tips untuk menyambut dan menghadapi kedatangan tamu istimewa ini :

1. Mencari judul-judul yang kita inginkan sesuai dengan jurusan masing-masing, di list kemudian dikonsultasikan dengan teman-teman ataupun dengan dosen sebagai awal pemanasan agar tidak terjadi kebingungan dalam memilih judul terbaik yang akan kita ambil nanti.

2. Saat ini mulai angkatan 2009 dan seterusnya referensi menjadi hal wajib untuk pendamping dan penguat dalam skripsi kita, maka oleh karena itu banyak-banyak mencari referensi jurnal-jurnal ilmiah baik dalam negeri ataupun luar negeri.

3. Bagi kita yang tidak sering keperpustakaan, nah sering-seringlah keperpustakaan untuk mencari referensi skripsi alias referensi penelitian terdahulu untuk penguatan judul-judul yang ingin kita ajukan.

4. Skripsi sungguh sangat dan sangat memerlukan kemampuan dalam hal menulis, oleh karenannya latihlah selalu untuk menulis, setelah menulis sudah menjadi bagian dalam diri kita maka latihlah bagaimana menulis dengan ilmiah, ternyata tidak segampang yang dibayangkan. Latar belakang yang paling banyak dibantai oleh dosen itu salah satunya karena kemampuan menulis ilmiah kita minim dan kurang.

5. Mental yang kuat dan mental penyabar mutlak harus kita tanamkan mulai sekarang sebagai antisipasi dengan dosen pembimbing yang entah seperti apa tipenya. Dengan adanya mental yang kuat kita tak akan cengeng dan tidak akan mudah menyerah.

6. Disemester-semester akhir sebelum kedatangannya alangkah baiknya kita selalu melatih diri untuk menulis proposal skripsi alias simulasi menulisnya agar tidak kaget dan kaku pada saat ia digenggaman kita. Simulasi sangat bermanfaat agar ia datang tidak tiba-tiba dihadapan kita.

7. Dan yang terakhir siapkan buku-buku referensi untuk memperkuat teori-teori yang akan kita pakai dalam skripsi kita, dengan adanya buku ditangan maka apabila ditanyakan kita mengambil teori dari mana maka akan mudah kita memperlihatkannya kepada dosen.

Sekali lagi alangkah baiknya kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan persiapan yang kita lakukan diatas agar menjadi sabahat kita yang akan banyak memberikan kejutan-kejutan dalam kebersamaanya. Tentu aku pernah mendengar pernyataan ini bahwa lulus tanpa skripsi itu hambar. Aku kira ini benar apa adanya. Dengan skripsi kita tau apa itu yang namanya perjuangan, kesabaran dan keberhasilan.

Dan terakhir jangan pernah lupa berdo’a dan selalu berusaha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar